nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Perlukah Anak-Anak Dibekali Pengetahuan HIV, Jawaban Psikolog Mengejutkan

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 11 Februari 2019 11:04 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 02 11 481 2016214 perlukah-anak-anak-dibekali-pengetahuan-hiv-jawaban-psikolog-mengejutkan-tm7VTJBitU.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

ZAMAN sekarang orangtua semakin modern dan ini juga yang membuat mereka terbuka dengan banyak informasi. Beberapa bahkan mempengaruhi pola asuh anak. Misalnya, membiarkan anak makan dengan ponsel di genggaman.

Selain itu, beberapa orangtua sudah semakin terbuka dengan pendidikan seks. Hal ini dianggap penting supaya anak ketika besar nanti dia tahu mana yang baik untuk dirinya mana yang tidak, terutama dalam hal seksualitas. Tapi, bagaimana dengan pengenalan HIV? Bolehkah anak dikenalkan dengan penyakit tersebut?

Menurut penjelasan Psikolog Anna Surti Ariani anak-anak belum perlu diberikan pemahaman mengenai HIV. Psikolog Anna menjelaskan untuk pemahaman HIV biasanya dibekali ke remaja, bukan anak-anak dengan alasan kemampuan berpikir.

Baca Juga: Olla Ramlan Berhijab, Pesona Cantiknya Terpancar Banget!

"Kemampuan berpikir remaja sudah abstrak, sementara itu anak-anak cara berpikirnya masih konkret, mereka tidak bisa berpikir kompleks. Sedangkan, pemahaman mengenai HIV ini terbilang abstrak," terang Psikolog Anna pada Okezone.

"Ya, HIV tidak terlihat mata, bagaimana kemudian virus masuk, enggak kelihatan. Hal semacam itu bukan hal-hal yang dapat ditangkap anak-anak," tambahnya.

Dia menjelaskan, pemahaman tersebut memang lebih baik diberikan kepada para remaja, karena dianggap menjadi gerbang dari informasi penyakit ini. Dengan pemahaman yang baik, diharapkan kasus HIV di Indonesia pun bisa semakin terkendali.

Sekadar informasi, rentang waktu usia remaja ini biasanya dibedakan atas tiga, yaitu masa remaja awal, 12-15 tahun. Masa remaja pertengahan, 15-18 tahun, masa remaja akhir, 18-21 tahun.

Baca Juga: Bintang Panas Sally Marcellina Bergaya Syur, Branya Sampai Mengintip

Tapi, selain risiko-risiko HIV, para remaja ini pun harus diberikan informasi tentang cara penularannya. Menurut Anna, kesulitan yang masih terjadi sampai sekarang adalah mereka itu tidak menyadari kalau tubuhnya berisiko.

Alhasil, kebiasaan dia tidak terkontrol dengan baik dan ini berisiko menyerang orang lain tentunya dalam kondisi-kondisi tertentu. Selain itu, pendidikan seksualitas juga penting diterapkan sedini mungkin, agar anak-anak atau remaja tahu batasan dan mengenali tubuhnya dengan baik.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini