nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Penyebab Kelinci Cepat Mati Padahal Baru Dipelihara

Tiara Putri, Jurnalis · Rabu 13 Februari 2019 08:00 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 02 12 196 2017008 penyebab-kelinci-cepat-mati-padahal-baru-dipelihara-62WmCj3Qqg.jpg Kelinci hewan peliharaan (Foto: Themomhood)

KELINCI adalah salah satu hewan pilihan untuk dipelihara. Namun sayangnya, seringkali saat membeli kelinci yang dijual hidupnya tidak bertahan lama. Hal ini tentu dapat membuat sedih pemiliknya lantaran hanya bisa bersama dalam waktu singkat. Lantas apa yang membuat kelinci yang dijual cepat mati ketika dipelihara?

"Kelinci cepat mati setelah seminggu atau dua minggu dibeli karena sebenarnya pada saat dijual umurnya belum cukup. Kelinci itu baru bisa dijual paling cepat dua bulan. Kalau kurang dari itu kelinci rentan banget terhadap penyakit," ungkap Zainal Arifin dari komunitas Indonesian Rabbit Society saat ditemui Okezone dalam sebuah acara di Jakarta.

 BACA JUGA : Jelangkung dan Barongsai akan Meriahkan Cap Go Meh di Kota Amoy

Dijelaskan oleh pria yang akrab disapa Zai itu, kelinci pada usia 1 bulan masih menyusu. Begitu masuk ke usia 2 bulan, hewan tersebut berada di masa peralihan dimana ia akan mulai mengonsumsi pelet. Pada masa adaptasi dari susu ke pelet itulah kondisi kelinci terbilang rentan.

"Pada saat itu perut kelinci membesar. Kalau orang-orang enggak ngerti, biasanya mereka menganggap kelinci perutnya kembung. Tahapan ini sebenarnya sangat rentan," tambah Zai.

 

Di sisi lain, ada orang yang enggan memelihara kelinci apabila usianya sudah lebih dari 2 bulan. Sebab dianggapnya kelinci itu sudah tidak lucu lagi lantaran ukuran tubuhnya mulai membesar. Inilah pemahaman yang salah kaprah menurut Zai.

"Sekarang pilihannya mau punya peliharaan yang lucu seminggu doang atau long last.

Selain itu, jatuhnya kalau hanya ingin pelihara kelinci karena masih kecil dan terlihat lucu, itu jatuhnya eksploitasi," papar Zai.

 BACA JUGA : Tasya Kamila Pamer Perut Buncit di Pantai, Prilly Latuconsina Kasih Pujian

Sebagai solusi, apabila ingin memelihara kelinci yang ukurannya kecil, maka sebaiknya pilih jenis kelinci yang memang berukuran kerdil. "Banyak kok yang ukurannya kerdil. Contohnya seperti Netherland Dwarf. Ukuran mereka tidak akan bertambah meskipun sudah berbulan-bulan," pungkas Zai.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini