nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Makanan Modern yang Mematikan, Apa Saja?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 12 Februari 2019 09:13 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 02 12 481 2016683 makanan-modern-yang-mematikan-apa-saja-pwPuSQMrOH.jpg Makanan Mematikan (Foto: NyPost)

DOYAN konsumsi camilan seperti keripik, ciki, atau makanan ringan ringan lainnya? Mulai sekarang Anda mesti waspada! Sebab, menurut sebuah studi, rutin mengonsumsi makanan renyah dan diproses secara instan bisa menyebabkan kematian.

Bukan isapan jempol. Fakta menjelaskan, ada 14 persen risiko kematian dini dari setiap peningkatan 10 persen proporsi makanan ultraproses yang dikonsumsi. Pernyataan ini tertulis dalam sebuah penelitian yang diterbitkan di jurnal Jama Internal Medicine.

Dilansir Okezone dari New York Post, Selasa (12/2/2019) makanan ultraproses diproses melalui metode industri dan dapat mengandung zat aditif. Penulis studi tersebut, Dr. Laure Schnabel, ahli epidemiologi nutrisi di Paris-Sorbonne University, mengatakan contohnya adalah camilan yang diproduksi dan dikemas secara massal, minuman manis, roti, kembang gula, makanan siap saji, dan daging olahan.

Baca juga:

Studi ini meneliti lebih dari 44.000 orang dewasa, mereka berusia 45 tahun atau lebih, yang semuanya memberikan catatan diet 24 jam setiap enam bulan. Peserta juga menyelesaikan kuesioner kesehatan yang memungkinkan peneliti menghitung konsumsi makanan ultraproses setiap orang, lapor CNN.

Lebih dari 600 orang meninggal selama studi 7 tahun. Lebih dari 200 kematian terkait dengan kanker, sementara 34 lainnya meninggal karena penyakit kardiovaskular, menurut The Guardian. Studi ini menyimpulkan, kematian lebih mungkin terjadi pada individu yang doyan nyemil makanan ultraproses tersebut.

"Bahan-bahan tambahan yang ada di makanan ultraproses telah dikaitkan dengan beberapa penyakit tidak menular yang merupakan penyebab utama kematian," kata Schnabel.

Sebuah studi tahun 2016 dari BMJ Open menunjukkan, hampir 60 persen kalori yang dikonsumsi orang Amerika dihasilkan dari konsumsi makanan yang diolah secara ultraproses.

Beberapa ilmuwan berpendapat, kategorisasi studi makanan ultraproses terlalu luas dan karena itu tidak cukup kuat untuk sampai pada kesimpulan yang meyakinkan, menurut The Guardian. Nita Forouhi, di University of Cambridge, mengatakan kepada Guardian, penelitian itu menambah bukti kalau semakin modern makanan tersebut diolah, maka semakin bahaya bagi kesehatan tubuh manusia.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini