nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kuntilanak di Pohon Cengkeh Jadi Hantu Pertama yang Dilihat Anak Indigo Furi Harun

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 13 Februari 2019 09:30 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 02 13 196 2017190 kuntilanak-di-pohon-cengkeh-jadi-hantu-pertama-yang-dilihat-anak-indigo-furi-harun-VzPczPkwJd.jpg Anak Indigo Furi Harun (Foto: Okezone)

DILEMA menjadi anak indigo adalah ketidakpercayaan lingkungan. Mereka ini kadang dianggap halu dan tak sedikit yang dianggap gila karena apa yang dia utarakan terkait dengan hal yang tak kasat mata.

Tidak mudah memang menjadi anak indigo, terlebih di lingkungan keluarga yang sangat religius. Seperti yang dialami Furi Harun. Lika-liku kehidupannya di masa kecil membuat dia menjadi pribadi yang introvert, tapi itu tidak mengubah dirinya sama sekali. Pada Okezone, Furi Harun menceritakan awal mula bagaimana dirinya menyadari kalau dia adalah anak indigo.

"Saya berasal dari keluarga yang sangat agamis. Almarhum ayah saya adalah pemimpin pondok pesantren si suatu daerah dan itu yang membuat ayah saya tidak terlalu percaya dengan pengalaman indigo saya," terangnya saat diwawancarai ekslusif Okezone di Gedung iNews Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.

Percaya atau tidak, Furi Harun ternyata sudah punya teman hantu sejak dia kecil. Itu juga yang membuat dia suka ngomong sendiri dan hal ini pernah diketahui keluarganya. Kakak-kakaknya sempat mengira Furi anak yang aneh karena dia suka bicara sendiri.

Baca juga :

Tidak hanya hantu yang dilihat Ketua Komunitas Indigo World tersebut. Sejak kecil Furi mengaku, dirinya bisa tahu di mana letak uang yang hilang atau misalnya vision mengenai kecelakaan yang akan terjadi. Namun, sekali lagi, hal-hal seperti ini tidak dipercayai keluarga. Apa yang dilakukan Furi? Diam seribu bahasa.

Ada momen yang tak terlupakan di awal kesadarannya menjadi seorang indigo?

Pada Okezone, Furi membuka masa lalunya. Dia kembali mengingat bagaimana dia waktu kecil dan banyak hal menarik yang bisa diketahui dan dipelajari.

"Jadi, pas saya kelas satu, zaman dulu sebelum maghrib anak-anak kan suka main lompat tali. Terus sama ibunya disuru masuk ke rumah. Cuman saya lihat di pohon cengkeh ada kuntilanak lagi ayun-ayunan. Saya tanya ke teman, ternyata mereka tidak lihat apa-apa," Ungkap Furi.

Pengalaman ini yang kemudian membuat dia sadar kalau ternyata dia berbeda dari anak-anak lainnya. Dia diberikan anugerah dari Tuhan yang tak dimiliki anak-anak lain. Furi menerima keistimewaan tersebut. Namun, dia menggali hal tersebut seorang diri karena tidak adanya dukungan keluarga atau pun lingkungan sosialnya.

Furi menjelaskan juga kalau saat masih kecil, yang dilihat itu dia tidak begitu paham sebetulnya apa. Tapi, yang jelas, apa yang dilihat, sosok-sosoknya itu sama dengan apa yang dia lihat di film hantu. Misalnya saja pocong. Namun, awalnya dia tak paham, tapi semakin besar, dia semakin sadar kalau itu adalah makhluk halus.

 Furi Harun Berbagi Pengalaman Melihat Orang Meninggal dengan Susuk

Reaksi keluarga?

Tidak bisa dipungkiri, almarhum bapak lebih ke marah dan ngingetin Furi untuk perbanyak solat dan mendekatkan diri ke Tuhan. "Dia ngerasa saya diganggu jin. Alhasil, saya pernah dibawa ke pesantren, dimandiin dan didoain. Tapi, yang saya rasakan adalah saya tetap bisa melihat makhluk astral tersebut," ungkapnya.

Setelah kejadian itu, Furi punya kesimpulan sendiri untuk dirinya. Ya, daripada dia harus dimandiin tiap malam, dia memilih lebih baik untuk diam seribu kata dan tidak mau menceritakan hal mengenai hantu lagi ke keluarganya. Sampai akhirnya Furi mendapat pandangan tentang kematian.

Benar, suatu hari Furi cerita ke ayahnya kalau dia merasa akan ada tetangganya yang meninggal. Tapi, lagi dan lagi, ayahnya tidak percaya dan berkata; "Ah, kamu sok tau. Nggak ada yang tahu soal kayak gini-gini." Tapi tidak lama setelah itu ada yang meninggal.

Furi menyatakan, meski apa yang dirinya bicarakan sering benar terjadi, tapi itu tidak pernah membuat orangtuanya percaya. Hal ini yang membuat Furi yakin kalau dirinya harus bersama dengan kelompok yang sama. Sebab, bagaimana pun anak-anak indigo itu benar ada dan mereka tetap harus mendapat kepercayaan dan pengakuan supaya kasus percobaan bunuh diri pada anak indigo tidak pernah terjadi.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini