Kualitas Pendidikan Seksualitas Minim, YKP: Guru Saja Tak Mendalami

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 13 Februari 2019 10:01 WIB
https: img.okezone.com content 2019 02 13 196 2017199 kualitas-pendidikan-seksualitas-minim-ykp-guru-saja-tak-mendalami-m7UnDEr65t.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

MASYARAKAT Indonesia memang dianggap masih tabu ketika bicara mengenai seksualitas. Topi ini dianggap tidak pantas dibicarakan di ruang publik karena terlalu sensitif.

Padahal, masalah seksualitas mesti dibicarakan sedini mungkin, karena ini penting untuk menjamin anak-anak atau remaja tahu batasan dan paham tubuhnya sendiri.

Ketua Yayasan Kesehatan Perempuan (YKP) Herna Lestari menyebut penilaian tabu di masyarakat ini menjadi batu hambatan yang besar, dan tidak boleh dibiarkan.

"Jangankan bicara seksualitas di forum remaja, para guru-guru di sekolah aja cenderung tidak tahu mendalam mengenai hal ini. Ya, mereka tahunya luar-luarnya saja," terang Ketua YKP Herna Lestari pada Okezone.

Baca Juga: Intip Seksinya Nadira Diva dalam Balutan Sport Bra, Ototnya Ngeri Banget!

Tidak bisa dipungkiri pembicaraan seksualitas di remaja Indonesia, hanya berkisar pada mitos-mitosnya saja. Padahal, ini bisa menyesatkan mereka dan dampak bahayanya adalah kehamilan tidak diinginkan yang berujung pada banyak konflik.

Maka dari itu, sambung Herna, ketika para remaja mendapat paparan yang benar mengenai seksualitas, mereka akan berpikir dengan benar dan realistis.

"Kita tahu bersama, remaja ini pasti punya cita-cita. Nah, kita ajak mereka berpikir bersama; apa yang akan terjadi kalau mereka sampai hamil kemudian keluar dari sekolah karena tidak bisa melanjutkan pendidikannya? Pendekatan seperti ini lebih baik dibanding menakut-nakuti," ungkap Herna.

Fakta di lapangan juga menjelaskan, banyak guru yang kecenderungannya mengatakan 'jangan' ke muridnya. Padahal, karakteristik remaja sekarang sudah berbeda. Saat ini, para remaja tidak bisa menerima tidak tanpa alasan yang jelas, mereka malah akan mencari tahu sendiri dan bisa saja malah salah kaprah.

Baca Juga: Antre ATM dengan Baju Tipis Tanpa Bra, Wanita Ini Kena Auto Azab!

"Jadi, kita ajak mereka berpikir bersama. Apa yang terjadi kalau kamu milih A misalnya. Lalu, kita jelasin ke mereka apa dampak melakukan tindakan A," katanya.

"Pada kasus petting misalnya, banyak remaja yang tidak tahu kalau petting bisa sebabkan kehamilan dan kita ajarkan ke mereka apa bahayanya petting, jadi tidak sekadar melarangnya," jelas Herna.

Selain itu, pentingnya pendidikan seksualitas juga berguna untuk mencerahkan para remaja dan membuat mereka menunda seks pertama kali. Ya, ketika si remaja mendapat pengetahuan tentang seksualitas dengan baik dan gamblang, dia jadi tahu batasan untuk tubuhnya dan ini mengarah ke penundaan seks pertama kalinya di usia remaja.

"Sebab, tidak bisa dipungkiri hormon remaja biasanya sedang tinggi-tingginya. Emosi mereka juga sulit terkontrol. Ini yang membuat keingintahuan mereka tinggi. Jadi cenderung coba-coba. Akhirnya terjebak dalam coba coba tersebut," kata Herna.

Oleh karena itu, YKP pun melihat pendidikan seksualitas sangat penting untuk memberi tahu bagaimana para remaja melindungi tubuhnya sendiri. Tahu betul apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan untuk tubuhnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini