nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tak Ada yang Mustahil, Kisah Kacey McCallister, Diamputasi Tapi Sukses Jadi Atlet dan Motivator

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Rabu 13 Februari 2019 15:24 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 02 13 196 2017298 tak-ada-yang-mustahil-kisah-kacey-mccallister-diamputasi-tapi-sukses-jadi-atlet-dan-motivator-vJTV8PVkuH.jpg Atlet yang tak miliki kedua kaki (Foto: Google)

ADA sebuah ungkapan bijak yang mengatakan, “Nothing’s Impossible,”. Bila diterjamahkan kurang lebih artinya,” Tidak ada yang tidak mungkin,”. Ungkapan tersebut sangat tepat untuk menggambarkan sosok Kacey McCallister, seorang para-atlet sekaligus motivator asal Amerika Serikat.

Bagi masyarakat Indonesia, nama Kacey mungkin masih terdengar asing dibandingkan dengan Mario Teguh, Merry Riana, atau Andrie Wongso. Namun jika menilik perjalanan hidupnya, ada banyak kisah menarik yang sangat menginspirasi.

Pria yang kini genap berusia 32 tahun itu, memiliki sebuah pengalaman yang kurang menyenangkan yang mengubah pandangannya tentang kehidupan. Saat usianya baru menginjak 6 tahun, Kacey mengalami kecelakaan hebat. Ia ditabrak sebuah truk besar hingga dokter memutuskan untuk mengamputasi kedua kakinya (double amputee).

Baca juga :

Meski sempat mengalami depresi dan kesedihan yang sangat mendalam, Kacey menyadari bahwa insiden tersebut merupakan satu dari sekian banyak petualangan di dalam hidupnya.

“Sejak saat itu saya belajar bahwa bagaimanapun juga hidup harus dijalani, bukan sekadar untuk bertahan hidup. Bahkan sebelum kecelakaan itu terjadi, saya tahu hidup adalah sebuah petualangan,” tutur Kacey, seperti dikutip Okezone dari situs resminya riseupwithkacey.com, Rabu (13/2/2019).

Dengan segala keterbatasannya, Kacey terus berusaha menjalani hidup, hingga akhirnya ia menguasai sejumlah keahlian yang sebelumnya tidak pernah ia bayangkan. “Aku bisa melakukan berbagai hal-hal sulit, dan itu menjadi jalan hidupku,” tambahnya.

Berbekal tekad dan nasihat kedua orang tuanya, Kacey berhasil menaklukkan sejumlah kegiatan berat seperti hiking sejauh 80 km, menjadi atlet wrestling di State Championship, dan terpilih sebagai Eagle Scout.

“Setelah kecelakaan itu, ibuku selalu mengatakan, ‘jika aku ingin melakukan sesuatu, yang harus kulakukan hanya mencari cara untuk mewujudkannya,” kenang Kacey.

Bapak 5 anak itu pun tidak memungkiri bahwa sepanjang hidupnya, ada banyak tantangan yang tidak bisa ia selesaikan. Namun hal tersebut tidak lantas membuatnya berkecil hati. Bagi Kacey, kegagalan justru menguatkan mental dan pikirannya.

“Jika kita tidak pernah mendorong diri untuk menghadapi suatu tantangan, kita tidak akan pernah mengetahui atau mendapatkan potensi diri kita sepenuhnya,” tutup Kacey.

Bagi Kacey, kehilangan kedua kaki hanya sebatas kehilangan organ tubuh. Namun bagi sebagian orang, hal tersebut bisa mengubur masa depan mereka. Namun, terlepas dari segala rintangan hidup yang Anda hadapi, Kacey mengatakan bahwa semua masalah selalu ada jalannya. Bangkitlah!

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini