nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Perlukah Takut Berlebih saat Jenguk Teman yang Sakit DBD?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 13 Februari 2019 20:02 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 02 13 481 2017471 perlukah-takut-berlebih-saat-jenguk-teman-yang-sakit-dbd-nVbVcY4M5k.jpg Ilustrasi (Foto: GHS)

KASUS demam berdarah dengue (DBD) sedang marak di beberapa kota Indonesia. Mungkin salah seorang pasiennya adalah rekan kerja atau saudara terdekat Anda.

Sebagai bagian dari kultur masyarakat, biasanya saat ada yang sakit, Anda punya kewajiban untuk menjenguk dia di rumah sakit. Memberikan support dan juga memberi sesuatu yang dia sedang butuhkan adalah cara agar pasien merasa bahagia dan merasa baikan.

Tapi, pada kasus DBD ini, mungkin ada dari Anda yang terlalu takut untuk menjenguk. Ya, alasannya jelas, takut tertular virus yang dibawa si pasien DBD. Terlebih jika si pasien ini sedang sangat parah kondisinya. Alhasil, saat diajak menjenguk teman yang terserang DBD, Anda labil, mau ikut atau tidak.

 Baca Juga: Mengenal Penyakit Kanker Darah yang Diderita Ani Yudhoyono

Namun, Dokter Spesialis Parasitologi Klinik Prof. dr. Saleha Sungkar, DAP&E, MS, SpParK, menyatakan kalau tidak perlu khawatir berlebih jika ingin menjenguk pasien DBD.

 

"Ya, beda cerita kalau Anda memang lagi dalam kondisi tidak enak badan atau Anda membawa anak di bawah usia 12 tahun karena, tidak bisa dipungkiri di rumah sakit itu banyak bakteri dan bisa saja masuk ke tubuh Anda," kata Prof Saleha saat ditemui Okezone di Fakultas Kesehatan Universitas Indonesia (FKUI) Salemba Jakarta Selatan, Rabu (13/2/2019).

Kekhawatiran ini muncul karena adanya rasa takut berlebih kalau virus dari si nyamuk itu pindah ke tubuh manusia. Mungkin saja di kamar si pasien ada nyamuk dan dia menggigit tubuh Anda dan menularkan virus tersebut ke tubuh Anda.

 Baca Juga: Idap Kanker Darah, Netizen Doakan Kesembuhan Ani Yudhoyono

Padahal, sambung Prof Saleha, butuh waktu 10 hari sampai akhirnya virus itu matang dan bisa memicu penyakit jika terhisap tubuh manusia.

Siklus pematangan virusnya dimulai dari nyamuk menyedot darah orang yang terinfeksi virus DBD. Darah terinfeksi itu ada di tubuh nyamuk dan baru bisa matang virusnya jika sudah berada di tubuh nyamuk selama 10 hari. Paparan virus baru bisa terjadi di momen setelah 10 hari inkubasi darah bervirus. Jadi, darah bervirus baru bisa berdampak ke tubuh manusia saat inkubasi 10 hari berhasil dilakukan.

"Ya, jadi tidak bisa kemudian virus DBD langsung menyerang tubuh manusia setelah si nyamuk mengisap darah pasien DBD," papar Prof Saleha.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini