nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Penghuni Apartemen Bebas dari Gigitan Nyamuk DBD? Tentu Tidak

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 13 Februari 2019 19:45 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 02 13 481 2017476 penghuni-apartemen-bebas-dari-gigitan-nyamuk-dbd-tentu-tidak-nEldbKoH76.jpg Nyamuk demam berdarah (Foto:Insect)

INDONESIA merupakan negara tropis yang mana tidak bisa menghilangkan seutuhnya keberadaan nyamuk. Kondisi yang membuat penyakit demam berdarah akan tetap ada.

Upaya memberantas nyamuk penyebab demam berdarah dengue (DBD) yaitu nyamuk Aedes aegypti bukan perkara yang sulit sebetulnya. Tapi, perlu kedisiplinan yang tak pernah berhenti. Sebab, adanya nyamuk ini menandakan faktor risiko paparan penyakitnya masih ada. Upaya seperti pemberantasan sarang nyamuk selalu disarankan, namun bagaimana realisasinya? Anda yang bisa jawab.

Nah, kasus DBD ini mungkin terjadi pada rumah-rumah yang memiliki genangan air. Bukan hanya bak mandi, gentong berisi air, atau tanaman di dalam pot yang bisa menghasilkan genangan, tapi kondisi seperti dispenser dan belakang kulkas pun ternyata jadi sarang nyamuk penyebab dbd. Tapi, bagaimana dengan rumah yang jauh dari kondisi seperti itu? Apakah bisa dipastikan aman? Sebut saja apartemen.

Ya, mereka yang tinggal di apartemen mungkin selama ini mengira kalau mereka jauh dari jangkauan sumber sarang nyamuk. Mereka yang tinggal di apartemen biasanya tidak menggunakan bak mandi, tidak ada tanaman dan wadah pot air, atau juga menyimpan gentong air. Dari dasar ini kemudian muncul pandangan apartemen jauh dari jangakuan nyamuk penyebab DBD.

Tapi, Dokter Spesialis Parasitologi Klinik Prof. dr. Saleha Sungkar, DAP&E, MS, SpParK, menjelaskan, tidak kemungkinan mereka yang tinggal di apartemen juga terpapar nyamuk Aedes aegypti. Namun, sebelumnya, Anda mesti tahu kalau nyamuk ini terbang horizontal sejauh 50 sampai 100 meter.

 

"Tapi, kalau itu nyamuk istirahat dulu, dia bisa terbang horizontal hingga 200 meter," terang Prof Saleha dalam Seminar Awam yang diselenggarakan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) di FKUI Salemba Jakarta Pusat, Rabu (13/2/2019).

Baca Juga:

Niat Memeluk, Vlogger Ini Malah Ditunggangi Cabul oleh Lumba-Lumba

5 Pegulat Seksi WWE, Rasanya Rela kalau Di SmackDown Sama Mereka

Nah, terkait ketinggian terbang si nyamuk penyebab DBD, Prof Saleha menjelaskan kalau ternyata nyamuk ini hanya kuat terbang 15 sampai 20 meter ke atas. Ya, kalau diibaratkan apartemen, secara normal, dia hanya bisa terbang sampai lantai 4. Namun, apakah benar nyamuk ini tidak bisa sampai ke lantai paling atas misalnya?

"Jangan pikir aman, nyamuk bisa naik lift dan dari lift itu nyamuk bisa hadir di lantai paling atas," ungkapnya.

Prof Saleha menambahkan, untuk memberikan proteksi lebih jika Anda memang sudah tidak membiarkan ada genangan air di kediaman adalah dengan menyediakan tanaman antinyamuk. Tanaman ini antara lain, kayu putih, sereh, jahe, lengkuas, kemangi, kencur, jeruk purut, lavender, dan zodia.

"Dari banyaknya tanaman antinyamuk itu, yang paling mengeluarkan aroma yang paling tidak disukai nyamuk adalah zodia. Jadi, saya sarankan untuk masyarakat memelihara tanaman ini agar membebaskan nyamuk dari tempat tinggal Anda," tambahnya.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini