nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Vaksin HPV Saja Tak Cukup Cegah Kanker Serviks, Lakukan Ini!

Tiara Putri, Jurnalis · Rabu 13 Februari 2019 18:52 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 02 13 481 2017526 vaksin-hpv-saja-tak-cukup-cegah-kanker-serviks-lakukan-ini-9Oynjg8ctW.jpg Vaksin HPV saja tak cukup cegah kanker serviks (Foto: Verywell)

Sejak peristiwa meninggalnya Julia Perez karena kanker serviks, kesadaran masyarakat khususnya perempuan mulai meningkat untuk mendapatkan vaksin HPV. Berdasarkan hasil penelitian, vaksin tersebut memang mampu mencegah terjadinya kanker serviks.

Vaksin HPV dapat diberikan pada perempuan mulai dari usia 9 tahun hingga 45 tahun. Untuk perempuan di bawah usia 13 tahun, vaksin cukup diberikan 2 kali saja. Sedangkan untuk perempuan di atas usia 13 tahun, vaksin diberikan sebanyak 3 kali. Namun, apakah vaksin bisa menjadi jaminan seorang perempuan tidak akan terkena kanker serviks? Okezone mencoba mencari tahu jawabannya ke ahli onkologi ginekologi, Prof. Dr. dr. Andrijono, Sp.OG-KFER.

Prof. Andrijono menjelaskan bila 70% kanker serviks disebabkan oleh infeksi virus HPV tipe onkogenik. Virus itu sendiri memiliki banyak variasi tipe. Namun yang paling ganas serta dapat menyebabkan kanker serviks adalah tipe 16 dan 18.

“Vaksin HPV mencegah kedua tipe virus tersebut dapat menyebabkan kanker, efektivitasnya hampir 100 persen. Tapi perlu diingat, masih ada 30% kemungkinan lain yang dapat menyebabkan kanker serviks. Salah satunya adalah kebersihan,” tutur Prof. Andrijono saat ditemui dalam diskusi media bertema "Insiden Kanker Serviks Terus Meningkat, Take Action Now!" yang diselenggarakan oleh Forum Ngobras, Rabu (13/2/2019) di kawasan Jakarta Pusat.

cuci tangan

Prof. Andrijono mengingatkan agar masyarakat selalu rajin mencuci tangan. Terutama apabila sehabis dari tempat-tempat yang banyak virus dan bakterinya seperti rumah sakit. Cuci tangan pun tidak cukup hanya dengan cairan antiseptik yang mengandung alkohol. Sebisa mungkin cucilah tangan menggunakan sabun dengan air mengalir.

“Alkohol yang terkandung dalam cairan antiseptik itu tidak bisa membunuh virus. Membersihkan tangan dengan antiseptik hanya membuat virus tidak aktif untuk sementara waktu. Setelahnya virus di tangan bisa hidup kembali dan apabila tidak cuci tangan lalu langsung makan, virus bisa masuk ke tubuh kemudian menginfeksi,” terang Prof. Andrijono.

Selain rutin mencuci tangan, langkah selanjutnya yang bisa dilakukan untuk mencegah kanker serviks adalah menerapkan pola hidup CERDIK yaitu cek kesehatan secara berkala, enyahkan asap rokok, rajin aktivitas fisik, diet sehat dengan gizi seimbang, istirahat yang cukup, dan kelola stres. Sedangkan untuk perempuan yang sudah menikah maupun aktif secara seksual, disarankan untuk melakukan pemeriksaan seperti tes IVA dan pap smear. Hal ini guna mendeteksi dini kanker serviks agar penanganannya tidak terlambat.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini