nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kecanduan Main Game Bikin Gairah Seks Pria Memble, Ini Sebabnya!

Adinda Harum, Jurnalis · Rabu 13 Februari 2019 22:15 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 02 13 485 2017564 kecanduan-main-game-bikin-gairah-seks-pria-memble-ini-sebabnya-Ua2W2QceUv.jpg Kecanduan video game bikin gairah seks pria turun (Foto: Medicaldaily)

Video game dalam beberapa tahun terakhir memang telah menjadi candu bagi para gamers di Indonesia, terutama pria. Bahkan mereka jadi asyik dengan ponselnya untuk menghabiskan waktu bermain game sampai puas dan lupa waktu.

Memang, permainan video meningkat dari segi popularitas, dengan satu laporan menyatakan bahwa sebanyak 1,2 miliar orang diseluruh dunia memainkannya setiap tahun. Tapi tahukah Anda jika terlalu kecanduan games khususnya pria, akan mengurangi gairah seks!

Para ahli mengungkapkan, efek kecanduan main game terhadap penurunan gairah seks pada pria, seperti yang dilansir dari laman Medical Daily. Hal ini dibuktikan oleh sebuah studi di The Journal of Sexual Medicine yang melibatkan 396 pria usia 18-50 tahun pada tahun 2017. Sebanyak 287 pria mengaku suka bermain video game, sementara 109 lainnya tidak.

Setelah diteliti, ada dua kelompok itu, para ahli menemukan pria yang kecanduan main game cenderung mengalami penurunan gairah seks dibanding pria yang tidak bermain game. Bahkan, mereka mengaku tidak puas saat berhubungan intim dengan pasangannya.

Dan dari penelitian ini disimpulkan, memproduksi dopamin dalam jumlah besar saat bermain video game dapat menyebabkan para gamer membangun toleransi terhadap hormon, dampaknya berkurangnya minat pada seks.

"Saya pikir video game mungkin mirip dengan latihan fisik dalam hal ini, penggunaan sesekali mungkin memiliki efek menguntungkan, tetapi ketika beberapa ambang batas antara 'penggunaan sesekali' dan 'penyalahgunaan kronis' dilintasi, efek buruk mungkin terjadi," kata peneliti utama studi tersebut Andrea Sansone.

bermain video game

Ia juga menambahkan, "Kami hanya menggaruk permukaan bidang penelitian baru ini: Saya harap cepat atau lambat kita akan dapat menghasilkan hasil yang lebih solid. Sementara itu, saya akan terus bermain!"

Bermain video game memang tidak selalu buruk, karena penelitian lain menunjukkan kebiasaan itu dapat membantu meningkatkan fungsi kognitif, seperti perhatian dan pemrosesan otak. Satu artikel yang diterbitkan dalam Sage Journals menyarankan bermain video game yang mengharuskan pemain fokus pada target yang bergerak dan membuat keputusan cepat, di mana pada akhirnya membantu memperkuat fungsi kognitif mereka.

Para penulis studi tersebut juga membandingkan video game dengan "permainan otak," game yang dirancang khusus untuk membantu membangun dan memperkuat fungsi kognitif. Namun, permainan otak sendiri adalah topik yang kontroversial. Meskipun para ilmuwan mengakui kegiatan tertentu, seperti melakukan teka-teki silang dapat membantu menjaga pemain tetap tajam secara mental, permainan lain seperti yang dibuat oleh perusahaan Lumosity, memiliki bukti ilmiah yang kurang solid untuk mendukung validitasnya.

So, sebaiknya jika ingin bermain games Anda harus memiliki batasan agar tak kecanduan!

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini