nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Iklan Susu Pembesar Payudara di China Dikecam, Mengapa?

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Kamis 14 Februari 2019 09:01 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 02 14 481 2017710 iklan-susu-pembesar-payudara-di-china-dikecam-mengapa-9dl2xrJgjg.jpg Minuman Pembesar Payudara di China (Foto: SCMP)

SEMUA wanita pasti ingin memiliki payudara kencang dan berukuran jumbo. Mereka rela melakukan berbagai cara supaya bisa memperbesar ukuran payudaranya walaupun harus mengambil risiko yang besar. Bagi sebagian orang, payudara merupakan sebuah aset yang tak ternilai harganya. Banyak pria menyukai ukuran payudara wanita yang besar, karena akan membuat seorang perempuan menjadi lebih seksi.

Oleh sebab itu, banyak perusahaan yang berbondong-bondong menawarkan produk yang bisa membesarkan payudara secara alami dan cepat. Salah satunya adalah produsen ternama di China.

Mereka mendapat kecaman karena iklan dan kemasan yang mengklaim bahwa minuman buatannya, dapat membuat payudara wanita menjadi bertambah besar. Iklan untuk minuman air kelapa tersebut menampilkan beberapa wanita dengan payudara yang besar.

Baca juga :

Mereka mengenakan atasan minim bersama slogan-slogan seperti “Minum satu kaleng setiap hari, maka tubuh Anda dapat membangkitkan semangat orang, lebih putih dan lebih montok.”

Foto-foto para wanita juga ditampilkan pada kemasan minuman berwarna hitam itu juga sama dengan dua tahun lalu. Dimana beberapa wanita berpayudara besar terlihat tengah bermain-main di pantai.

Meski iklan tersebut menampilkan para wanita dengan payudara yang besar, namun para penonton dengan cepat menyuarakan keraguan mereka tentang fungsi utama santan benar-benar memiliki sifat memperbesar payudara.

“Ketika saya pertama kali melihat iklan itu, saya pikir beberapa netizen baru saja membelinya. Baru sekarang saya menyadari itu benar dan bukan seseorang yang bercanda,” tulis salah satu komentar pengguna Weibo, sebagaimana dilansir dari South China Morning Post, Kamis (14/2/2019).

Banyak pengguna Weibo juga menyatakan kekecewaannya bahwa sebuah merek ternama masih menggunakan cara pemasaran untuk menarik perhatian. "Merek lama telah ada selama bertahun-tahun, dan masih perlu melakukan ini!" tulis netizen lainnya.

Minuman ini dikritik karena iklan serupa untuk produk kelapa pada 2017. Saat itu mereka menampilkan wanita berpayudara besar dengan bikini untuk mempromosikan jus pepaya. Mereka menggunakan slogan “Ketika saya mengonsumsi pepaya, maka saya berdada cukup banyak".

Perusahaan, yang berkantor pusat di pulau Hainan, China selatan ini telah membuat minuman sejak 1988. Perusahaan ini didirikan pada tahun 1956 untuk memproduksi kaleng aluminium.

"Saya dari Hainan dan sejak saya masih muda, saya bisa ingat kemasan hitam sepertinya tetap sama dan rasanya tetap enak," tulis seorang pengguna Weibo.

“Setiap kali seseorang memuji minuman itu, saya akan merasa cukup bangga. Tapi saya benar-benar tidak ingin menyebutkan iklan ini,” tulis netizen lainnya.

Seorang perwakilan dari perusahaan minuman di Hainan mengatakan bahwa perusahaan sedang melakukan penyelidikan atas masalah tersebut. Biro Industri dan Komersial distrik Longhua di Haikou juga sedang menyelidiki dan telah menghapus beberapa iklan kontroversial.

"Departemen regulasi pasar akan secara ketat, dan sesuai dengan hukum, melakukan inspeksi dan menyelidiki iklan yang melanggar hukum untuk melindungi kepentingan sah konsumen," tulis laporan tersebut. Iklan seperti ini masih cukup umum di China tetapi dalam beberapa tahun terakhir ini telah mendapat reaksi yang semakin meningkat dari konsumen.

Pada 2017, sebuah iklan China dari raksasa furnitur Swedia, Ikea menuai kritik luas karena memperlihatkan seorang ibu menghina putri tunggalnya. Iklan itu kemudian ditarik dan Ikea meminta maaf.

Aplikasi Ride-hailing Didi Chuxing juga sempat dikecam karena serangkaian iklan yang dijalankan antara 2014 dan 2016.

Mereka menyarankan pengemudi dapat bertemu wanita secara romantis melalui sebuah aplikasi, setelah serangkaian perkosaan dan pembunuhan penumpang wanita yang melibatkan pengemudi Didi tahun lalu.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini