nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Intip Kemewahan Pesawat Besar yang Sudah Berhenti Diproduksi

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Jum'at 15 Februari 2019 19:00 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 02 15 406 2018474 intip-kemewahan-pesawat-besar-yang-sudah-berhenti-diproduksi-dH8iM7zCOu.jpg Intip interior pesawat mewah (Foto: Dailymail)

PESAWAT telah menjadi sarana transportasi favorit masyarakat di dunia. Pesawat dapat membawa seseorang dari satu titik ke titik lainnya dalam waktu yang singkat. Tak heran, apabila pesawat menjadi angkutan massal yang sangat diminati.

Pesawat sendiri terdiri dari dua jenis, yakni narrow body dan wide body. Selain itu pesawat yang sering Anda lihat di bandara dibuat oleh dua perusahaan besar di dunia yakni Boeing dan Airbus.

Boeing sendiri adalah perusahaan pesawat terbang yang berbasis di Seattle, Amerika Serikat. Sementara Airbus adalah perusahaan pesawat yang berbasis di Toulouse, Prancis.

Pesawat buatan merekalah yang sering digunakan oleh sejumlah maskapai penerbangan dunia. Baru-baru ini beredar kabar bahwa salah satu varian pesawat Airbus yakni A380 telah dihentikan produksinya.

 BACA JUGA : Jangan Mudah Percaya, 5 Zodiak Ini Sering Obral Janji!

Padahal Airbus A380 merupakan pesawat super jumbo double decker yang memiliki fasilitas 'wah' di dalamnya. Tak hanya canggih di ruang navigasinya, melainkan terdapat banyak fitur di dalam kabinnya yang luas.

 

Berbeda dengan pesawat berbadan kecil (narrow body) yang biasa Anda naiki di Indonesia, Airbus A380 memiliki layout kursi yang lebih lebar dan besar dengan interior yang berbeda pula.

Pesawat A380 bisa menampung total 853 penumpang dan menempuh jarak sejauh 15.200 kilometer. Mesin pesawat ini dibuat oleh salah satu produsen mobil ternama di dunia yakni Rolls Royce dengan 4 turbin jet dengan kapasitas bahan bakar 320 ribu liter.

Tentunya Anda penasaran bukan dengan fasilitas yang disediakan di dalam pesawar superjumbo ini. Ya, sebagaimana dilansir dari Daily Mail, pesawat ini bukanlah pesawat sembarangan.

Hanya ada beberapa maskapai yang menggunakan pesawat jenis ini mengingat harganya yang sangat mahal. Selain itu penjualan A380 juga tidak terlalu bagus karena maskapai-maskapai kecil mustahil untuk membeli pesawat sebesar ini.

 

Faktor lainnya adalah fasilitas yang sangat mewah dan cenderung mubazir yang membuat maskapai sulit dalam memperoleh keuntungan. Beberapa di antaranya adalah dengan adanya Lavish Bar yang sangat mewah layaknya hotel.

Beberapa pengamat menilai bar ini terlalu mewah dan terlalu luas sehingga memakan banyak ruang dalam pesawat. Hal inilah yang membuat sebuah maskapai sulit untuk mendapatkan keuntungan.

Faktor lainnya adalah ukuran pesawat yang sangat besar untuk tipe pesawat komersil. Sehingga maskapai berjuang keras untuk mengumpulkan penumpang untuk bisa memenuhi jumlah kursi yang ada.

Di sisi lain, ruang yang besar membuat A380 bisa menjangkau bagi penumpang premium yang membutuhkan fasilitas supermewah dalam perjalanan. Di atas deknya, terdapat first class suite, dimana ada double bed layaknya hotel.

 

Ada pula revamped suit yang menyediakan satu buah ranjang, sofa dengan sandaran tangan dan kaki yang dijahit oleh pengrajin Italia serta fasilitas TV berukuran 23 inch.

Pada kelas first class disediakan pula fasilitas private suit dan shower room. Berbeda dengan lavatory pada pesawat komersil biasa, di sini penumpang bisa menggunakan shower dan berbagai macam fasilitas toilet dengan ukuran yang luas.

Satu kelas di bawahnya yakni kelas bisnis pun tak kalah mewahnya dengan first class. Tersedia recycling seat yang bisa direbahkan hingga menjadi kasur untuk ditiduri para penumpang. Fasilitas ini dikhususkan bagi traveler kelas menengah yang menginginkan pengalaman terbang yang menyenangkan.

 BACA JUGA : Dijodohkan dengan Ifan "Seventeen", Intip Seksinya Juliana Moechtar Berbalut Mini Dress Ketat

Saat ini maskapai yang paling banyak menggunakan armada Airbus A380 adalah Emirates Airlines. Maskapai tersebut tercatat memiliki 109 armada pesawat superjumbo buatan Prancis tersebut.

Selain itu Singapore Airlines dengan kode penerbangan SQ berada di urutan kedua dengan 19 unit disusul dengan Lufthansa dengan 14 unit.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini