nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jus Jambu Percepat Penyembuhan DBD, Mitos atau Fakta?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 15 Februari 2019 11:48 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 02 15 481 2018316 jus-jambu-percepat-penyebuhan-dbd-mitos-atau-fakta-oHnUGRizri.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

PASIEN demam berdarah dengue (DBD) akan sangat disarankan untuk konsumsi air yang cukup. Ini juga ditujukan sebagai salah satu penanganan sederhana yang bisa dilakukan.

Lalu, pertanyaannya sekarang, air seperti apa yang paling baik untuk dikonsumsi penderita DBD? Beberapa orang akan menyarankan minum jus jambu biji atau minuman elektrolit dalam kemasan. Tapi, benarkah minuman tersebut ampuh untuk orang yang terkena DBD?

Dijelaskan Dokter Spesialis Penyakit Tropik-Infeksi Dr dr Leonard Nainggolan SpPD-KPTI, pada dasarnya pasien DBD itu mengalami dehidrasi. Dia butuh kecukupan cairan pengganti agar tubuhnya tidak semakin drop.

Baca Juga: Intip Seksinya Nadira Diva dalam Balutan Sport Bra, Ototnya Ngeri Banget!

Beberapa pasien DBD juga mengalami hilangnya cairan plasma darah yang keluar saat infeksi virus dengue terjadi. Cairan plasma itu sendiri bukan hanya air biasa, melainkan mengandung gula dan elektrolit. Untuk bisa menggantikan cairan plasma, pasien DBD makanya dianjurkan untuk konsumsi minuman yang mengandung dua komponen tersebut.

"Jadi, minuman yang mengandung elektrolit dan gula sangat dianjurkan untuk diberikan ke pasien DBD sebanyak yang dia bisa minum. Kecukupan cairan tubuh ini juga yang menentukan sembuh tidaknya pasien," kata dr Leonard saat diwawancarai Okezone di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta Pusat.

Terkait dengan minuman apa yang paling disarankan, dr Leonard mengatakan pemberian jus jambu merah, minuman elektrolit kemasan, angkak, atau bahkan air tajin pun diperbolehkan. Intinya kan tetap, si pasien DBD tetap mendapatkan kecukupan cairan tubuhnya.

Baca Juga: Wu Chi-yun, Pendaki Gunung Berbikini Tewas Setelah Jatuh ke Jurang

Hal yang mesti digarisbawahi di sini ialah, tidak kemudian Anda percaya, minuman-minuman itu bisa menyembuhkan DBD. Sebab, sampai detik ini tidak ada penelitian yang mengatakan kalau minuman tersebut benar bisa menyembuhkan. Hanya, dengan kecukupan cairan tubuh dari sumber tersebut, setidaknya pasien DBD bisa terkontrol hidrasi tubuhnya.

Perlu diketahui, pemberian cairan elektrolit dan mengandung gula bisa diberikan saat pasien dicurigai terinfeksi DBD. Hal ini ditandai dengan suhu tubuh yang naik secara mendadak selama 2-7 hari, pusing dan sakit kepala, mual bahkan bisa sampai muntah-muntah, dan perut yang sakit.

Jadi, jika kondisi kerabat atau orang terdekat seperti itu, sebisa mungkin untuk diberikan minum yang mengandung elektrolit dan gula agar tubuhnya tidak dehidrasi yang mana kalau sudah terjadi malah akan membahayakan nyawa si pasien.

Namun, mesti diperhatikan juga kalau memang si pasien merasa tidak suka dengan cairan yang Anda sarankan, maka jangan paksa dia untuk menghabisinya. Ini malah akan menyebabkan pasien muntah-muntah dan memperburuk kondisi kesehatannya.

"Jangan kasih pasien minuman yang ternyata dia nggak suka. Bukannya menyembuhkan, malah bikin si pasien muntah-muntah dan tubuhnya malah makin parah. Satu lagi, terkait dengan jumlah yang diberikan, berikan minuman itu semaksimal yang bisa diminum pasien. Sekali lagi, jangan dipaksa kalau memang dia sudah tak sanggup minum," tambah dr Leonard.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini