Mengenal Blaze si Bocah Tercepat di Dunia, The Next Usain Bolt

Rahma Yulita, Jurnalis · Jum'at 15 Februari 2019 16:57 WIB
https: img.okezone.com content 2019 02 15 612 2018477 mengenal-blaze-si-bocah-tercepat-di-dunia-the-next-usain-bolt-HurTiCiP8w.jpg

JAKARTA – Usain Bolt, manusia tercepat di dunia, tampaknya memiliki saingan. Saingannya sangat unik yaitu anak berumur 7 tahun bernama Rudolph ‘Blaze’ Ingram, yang membuat semua orang terpukau setelah video bocah asal Florida itu mampu berlari 100 meter hanya dalam waktu 13,48 detik tersebar di internet.

Blaze pertama kali menarik perhatian dunia enam bulan lalu ketika bintang NBA, LeBron James, membagikan video tentang atlet muda yang bermain dengan luar biasa selama pertandingan sepak bola.

Blaze mulai berlatih di atas lintasan lari sejak masih berusia 4 tahun dan semenjak itu dia telah membuktikan kekuatannya dengan memecahkan rekor di AS untuk kelompok seusianya.

Musim panas lalu, Blaze memenangkan juara pertama lari 100 meter dan meraih peringkat kedua di 200 meter dalam kelompok usianya di kejuaraan AAU. Blaze telah memenangkan total 36 medali termasuk 20 medali emas dalam dua kejuaraan nasional Amateur Athletic Union.

Namun keahliannya tidak berhenti hanya di atas lintasan lari. Bocah ini menggunakan kecepatannya di lapangan sepak bola juga. Pada usia enam tahun, Blaze bahkan ikut bertanding di liga untuk anak yang umurnya lebih tua darinya.

“Saya bekerja keras di tempat latihan untuk menetapkan standar yang tinggi bagi rekan tim saya. Saya ingin menunjukkan kepada mereka bahwa kita perlu memberikan semua yang kita punya. Jika mereka tidak tahu bagaimana melakukan sesuatu, saya menunjukkan kepada mereka bagaimana melakukannya, "kata Blaze dalam sebuah wawancara dengan Youth, 2017.”

Blaze juga menambahkan, “Saya selalu memberi tahu mereka ‘Anda berlatih tentang bagaimana Anda akan bermain."

Sama seperti orangtua pada umumnya, ayah Blaze ingin memastikan putranya berhasil dalam semua hal yang dilakukannya, termasuk akademik. Ayahnya sempat memposting kartu laporan hasil belajar Blaze dan dengan bangga memamerkan nilai bagus di semua mata pelajaran dengan tulisan: "Bekerja keras di kelas dan di lapangan."

Baca Juga : Antre ATM dengan Baju Tipis Tanpa Bra, Wanita Ini Kena Auto Azab!

Keahlian Blaze di lapangan sepakbola dan di lintasan telah membuatnya merengkuh 335 ribu orang pengikut di Instagram.

Usut punya usut, kemampuan atletik yang dimiliki Blaze ternyata menurun dari ayahnya, Rudolph Ingram Senior, yang merupakan pelatih sepak bola. Ingram Senior bertanggung jawab atas akun sosial media Blaze dan selalu mengawasi apapun yang dilakukan oleh putranya. “Saya tidak pernah melewatkan latihan, tidak pernah melewatkan pertandingan, dan saya membantu menyiapkan semua sesi pelatihannya,” kata Ingram Sr. kepada afiliasi Tampa, Fox.

“Dia seorang superstar untuk semua orang namun Blaze adalah tetap seorang bayi untukku. Saya rela menjadi seorang manajer, videografer, pelatih, pengemudi Uber… semuanya. Kuncinya adalah melihatnya bahagia dan mencintai apa yang dia lakukan. ”

Ayah Blaze menjelaskan bahwa ia akan selalu mendukung apapun yang putranya lakukan. “Apa berikutnya? Ilmuwan roket? Baiklah! Tidak masalah apapun itu. Saya akan selalu mendukungnya,” ujarnya.

“Tidak ada yang melihat pohon itu tumbuh. Yang mereka lihat adalah saat itu besar dan indah. Mereka tidak melihatnya ketika itu hanya masih berbentuk biji. Anda harus tetap di belakang anak Anda dan terus mendukung mereka dan menyirami mereka agar tumbuh. Mereka pada akhirnya akan tumbuh menjadi sesuatu yang berarti. “

Blaze telah membuktikan bagaimana dua hal yang dia jalani sekarang sangat mendukung satu sama lain. “Lintasan lari meningkatkan kecepatan saya, kontrol tubuh dan teknik lari yang mampu membantu pelatihan untuk mempersiapkan saya bermain sepak bola," katanya. “Sepak bola membuat saya aktif untuk lintasan dan mampu seberapa cepat kaki saya mampu berlari di lintasan.”

"Yah, dia tidak banyak bicara. Tetapi saya dapat mengatakan dia tidak pernah menunjukkan kinerja buruk. Para pemain saya melihat Blaze sebagai orang yang menginspirasi mereka. Matanya selalu tertuju pada sesuatu yang ingin dia capai. Jika salah satu rekan setimnya malas, dia berjalan menghampiri mereka secara individu dan memanggil mereka untuk melakukannya,” ujar Jimmy Watson, pelatih sepak bola Blaze.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini