Benarkah Hewan Juga Bermimpi seperti Manusia?

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Minggu 17 Februari 2019 22:10 WIB
https: img.okezone.com content 2019 02 17 196 2019315 benarkah-hewan-juga-bermimpi-seperti-manusia-un45JcfDu3.jpg Mimpi saat Tidur (Foto: Pixabay)

MIMPI atau yang biasa disebut bunga tidur, adalah hal yang biasa terjadi saat tubuh kita sedang beristirahat. Meski demikian, seseorang tidak bisa mengatur mimpinya sendiri, mimpi akan terjadi dengan sendirinya.

Bagi manusia mungkin mimpi adalah hal yang wajar. Namun, bagaimana halnya dengan hewan? Apakah mereka juga bisa bermimpi saat tidur layaknya manusia? Merangkum dari berbagai sumber, Okezone mencoba membahasnya.

Menurut Aristotle dalam karyanya On Sleep and Sleeplessness, hampir seluruh hewan dengan jelas mengalami fase tidur, baik hewan uang hidup di air, udara ataupun di darat. Hal ini terbukti dari buku yang ditulisnya yakni The History of Animals.

"Terlihat tidak hanya manusia yang bermimpi, tetapi juga kuda, anjing, lembu jantan; aye (sejenis lemur dari Madagaskar) dan domba serta seluruh binatang berkaki empat yang melahirkan anak; dan anjing menunjukkan mereka bermimpi dengan menggonggong dalam tidur mereka,” tulisnya.

Metode risetnya mungkin kurang canggih, tetapi teori Aristotle mungkin tidak terlalu jauh salah.

Anda tentunya tidak bisa bertanya kepada hewan apakah mereka bermimpi, namun setidaknya Anda dapat mengamati bukti-bukti bahwa mereka mungkin bermimpi. Ada dua cara yang dilakukan para ahli sains untuk memahami tugas yang kelihatannya mustahil ini.

Pertama, para ahli melihat bagaimana perilaku fisik hewan selama berbagai tahapan siklus tidur. Kedua, yaitu melihat apakah otak mereka ketika tidur bekerja serupa dengan milik manusia.

Cerita tentang bagaimana kita bekerja untuk menjelajahi pikiran hewan-hewan yang tidur itu dimulai pada 1960an. Pada masa tersebut, laporan yang tercecer itu mulai muncul dalam jurnal medis yang menggambarkan orang melakukan gerakan dalam mimpi mereka.

Ini membuat penasaran, karena selama tidur yang disebut dengan tidur REM (gerakan mata yang cepat), biasanya otot kita lumpuh. Para peneliti menyadari bahwa keadaan yang sama pada hewan memungkinan mereka untuk memeriksa bagaimana hewan bermimpi.

Pada 1965, peneliti dari Prancis Michel Jouvet dan J F Delorme menemukan bahwa memindahkan sebuah bagian dari batang otak, yang disebut selaput, dari otak seekor kucing bisa mencegahnya menjadi lumpuh ketika dalam kondisi REM.

Para peneliti menyebut kondisi "REM tanpa atonia (relaksasi otot)" atau REM-A. Alih-alih berbaring dengan diam, kucing itu berjalan dan berperilaku secara agresif. Ini menandakan mereka memimpikan aktivitas ketika mereka bangun.

Penelitian sejak lama telah mengungkap tingkah laku yang serupa. Menurut neurologi veterinary Adrian Morrison, yang telah menulis sebuah kajian tentang penelitian ini, kucing dalam kondisi REM-A akan menggerakkan kepala mereka seperti mengikuti stimulus.

Sejumlah kucing juga menunjukkan perilaku yang identik dengan serangan predator, seperti mereka tengah menangkap tikus dalam mimpi mereka. Aktivitas mimpi yang serupa juga terlihat pada anjing.

"Aktivitas gerakan" ketika mimpi juga ditemukan pada manusia, jika mereka menderita sebuah kondisi gangguan perilaku tidur REM.

"Memukul, menendang, melompat, dan berlari dari tempat tidur pada waktu bermimpi, itu manifestasi yang seringkali terjadi dan biasanya berkaitan dengan gambaran visual," menurut International Classification of Sleep Disorders (ICSD).

Meski begitu gerakan fisik ini bukan hanya satu-satunya cara untuk menjelajah ke dalam mimpi. Saat ini, para peneliti dapat menjelajah ke dalam aktivitas elektronika dan kimia dari sel otak hewan ketika mereka tidur, dengan cara yang manusiawi.

Pada 2007, peneliti dari MIT Kenway Louise dan Matthew Wilson merekam aktivitas dari sel yang merupakan bagian dalam otak tikus yang disebut hippocampus. Hippocampus adalah sebuah struktur yang dikenal terlibat dalam sebuah formasi dan memasukannya dalam memori.

Pertama, mereka merekam aktivitas dari sel otak ketika tikus berlari dalam labirin. Kemudian mereka memperhatikan aktivitas dari sel otak yang sama ketika hewan itu tidur. Louise dan Wilson menemukan pola yang identik dari tikus pada saat berlari dan saat REM.

Dengan kata lain, tikus-tikus itu berlari dalam labirin dalam pikiran mereka ketika mereka tidur. Hasil uji coba itu sangat jelas bahwa para peneliti dapat menebak lokasi tikus yang persis sama dengan labirin mimpi mereka dan memetakan mereka ke titik yang aktual dengan labirin yang sebenarnya.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini