nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jarang Bermimpi? Waspada, Bisa Jadi Tanda penyakit Berbahaya .

Dewi Kania, Jurnalis · Minggu 17 Februari 2019 21:02 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 02 17 481 2019193 jarang-bermimpi-waspada-bisa-jadi-tanda-penyakit-berbahaya-sdJurgz88h.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

ANDA mungkin sudah tahu betapa pentingnya tidur. Tapi, seberapa penting sih harus bermimpi? Apakah buruk jika kita tidak pernah bermimpi lagi

Nah, jika Anda mengalami hal ini, jangan diabaikan. Ada sejumlah risiko penyakit yang diidap yang jelas mengganggu kualitas hidup, dan salah satu gejalanya adalah dengan tidak bermimpi.

Sebuah penelitian baru menyebutkan, saat seseorang jarang bermimpi mengalami risiko tinggi obesitas, depresi, dan peradangan di seluruh tubuh Anda, sampai mengarah pada masalah autoimun.

Baca Juga: 5 PNS Cantik dengan Senyum Manis yang Bikin Pria Salah Tingkah

Dilansir Okezone dari Readersdigest, dalam ulasan yang baru diterbitkan tentang penelitian tentang orang yang jarang mimpi, Spesialis Tidur dan Mimpi Rubin Naiman, PhD, dari University of Arizona Center for Integrative Medicine, menyelidiki bahaya kehilangan fase gerak cepat mata (REM) atau fase tidur.

Selain itu, ada beberapa alasan potensial mengapa kita tidak banyak bermimpi. Dr Naiman menjelaskan, jika tidur nyenyak biasanya orang bakal bermimpi. Anda pun bakal mengingat cerita mimpinya saat terbangun.

Bermimpi juga sangat penting untuk sistem perbaikan tubuh. Anda juga bisa menjadikan model pembelajaran otak dan konsolidasi memori proses. “Setidaknya kalau orang jarang mimpi seperti halnya kurang tidur,” kata Dr Naiman.

Dia menambahkan, banyak masalah kesehatan yang disebabkan karena kurang tidur. Dampaknya sudah jelas buruk dan bisa merugikan seseorang.

Baca Juga: Antre ATM dengan Baju Tipis Tanpa Bra, Wanita Ini Kena Auto Azab!

Saat kurang tidur, Anda juga bakal mengalami kesulitan konsentrasi, lekas marah, gelisah, tegang, delusi, dan halusinasi. Hal ini jelas mengganggu mental seseorang yang berbahaya dampaknya.

Di lain hal, ada juga penelitian bahwa bermimpi juga terjadi pada gerakan mata yang tidak cepat tidur. Mimpi juga dihubungkan dengan kepribadian seseorang.

Kemudian ada penyebab besar yang membuat seseorang kurang tidur. Itu pengaruh dari alkohol dan ganja, yang membuat orang mudah stres dan sulit meningkatkan kualitas tidur. "Alkohol misalnya, memungkinkan pelepasan hormon yang diketahui mengganggu REM dan karenanya orang sulit bermimpi," tutur Dr Naiman.

Bukan cuma itu, penggunaan benda elektronik dan smartphone hingga larut malam bisa memicu orang sulit tidur. Karenanya Anda harus menghindari penyebab itu.

Meskipun, ada solusi yang membuat seseorang cepat tidur, kemudian bisa mimpi indah. Dokter biasanya meresepkan anti-depresan tertentu, yang bisa memperbaiki siklus REM.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini