Mimpi Bertemu Rasulullah SAW? Ini Maknanya

Pisca Azalea, Jurnalis · Minggu 17 Februari 2019 13:03 WIB
https: img.okezone.com content 2019 02 17 612 2019077 mimpi-bertemu-rasulullah-saw-ini-maknanya-I03uwZLCJ8.jpg Ilustrasi. (Foto: Reuters)

BUNGA tidur atau mimpi merupakan hal yang lazim dan pernah dialami semua orang. Ya, mimpi dapat terjadi kapan dan di mana saja ketika kita tertidur, entah di atas kasur, sofa, bahkan sering kali kita tertidur dan bermimpi ketika sedang bekerja atau mengerjakan tugas.

Berbicara soal mimpi, pernahkah kamu mendengar kisah seseorang yang bermimpi bertemu dengan Rasulullah SAW? Sebagai umat muslim tentu berharap dan bisa bertemu dengan nabinya. Namun, tak semua orang bisa beruntung dan memimpikan sosoknya. Lalu adakah makna dari memimpikan Rosulullah SAW?

Sebagaimana okezone rangkum dari berbagai sumber, sebuah hadist diriwayatkan dari Abu Hurairoh bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang melihatku di saat tidur maka seakan-akan dia melihatku pada saat terjaga dan setan tidaklah dapat menyerupaiku.” (HR. Bukhori).

Baca Juga: 5 PNS Cantik dengan Senyum Manis yang Bikin Pria Salah Tingkah

Selain hadist tersebut, ada pula dalam riwayat lain yang isinya juga menjelaskan sabda nabi mengenai orang yang melihat dan memimpikannya di saat tidur.

Menurut Ketua Ikatan Sarjana Quran Hadis Indonesia, Ustadz Fauzan Amin, makna dari hadist itu sendiri menjelaskan jika ada seseorang yang memimpikan nabi itu benar adanya karena setan memang tidak bisa menyerupai nabi.

Hal itu berbeda ketika kita bermimpi bertemu seseorang selain nabi, tidak menutup kemungkinan setan bisa menyerupai orang yang berada di dalam mimpi tersebut.

Ustadz Fauzan juga menjelaskan bahwa orang-orang yang beruntung bisa memimpikan Rasululloh ini memiliki banyak keistimewaan, di antaranya bisa menjadi pertanda untuk menguatkan keimanan atau meningkatkan kualitas ibadahnya kepada Allah dan Rasul-Nya.

Baca Juga: Waspada, Jangan Anggap 4 Mimpi Ini Sekedar Bunga Tidur!

“Orang-orang yang memimpikan Rasulullah itu berarti akan datang pertanda baik pada orang tersebut. Jika yang memimpikannya adalah non-muslim maka akan datang hidayah kepadanya, dan jika yang memimpikannya adalah pelaku dosa itu pertanda akan bertaubat,” jelasnya pada Okezone melalui pesan whatsapp.

Dalam penjelasannya, Ustadz Fauzan juga menuturkan bagi mereka yang sudah pernah bermimpi bertemu dengan Rasulullah SAW alangkah baiknya untuk dirahasiakan atau tidak perlu memberi tahu orang lain untuk menghindari rasa sombong. Tetapi beda hal jika niatnya untuk mendidik di dalam keluarga maupun di luar, selama itu jauh dari sifat-sifat yang tidak disukai Allah.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini