9 Jenis Air yang Bisa Anda Minum untuk Kesehatan

Nur Anisa Putri, Jurnalis · Senin 18 Februari 2019 18:31 WIB
https: img.okezone.com content 2019 02 18 481 2019682 9-jenis-air-yang-bisa-anda-minum-untuk-kesehatan-1hRraimAYj.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

6. Air yang dimurnikan

Air murni biasanya berupa keran atau air tanah yang telah diolah untuk menghilangkan zat berbahaya seperti bakteri, jamur, dan parasit. Jadi aman untuk dikonsumsi.

Seperti dengan air sulingan, air yang dimurnikan ini pilihan tepat apabila sumber air terkontaminasi. Banyak negara yang memurnikan air keran, jadi Anda meminum air yang dimurnikan setiap mengambil air dari wastafel dapur.

Karena semua zat yang berpotensi berbahaya dihilangkan dari air murni, Anda juga kehilangan beberapa zat yang berpotensi bermanfaat seperti fluorida, yang membantu mengurangi kerusakan gigi.

7. Air rasa atau infus

Air ini adalah air yang dimaniskan dengan gula atau pemanis buatan, dan mengandung perasa alami dan buatan. Air infus seperti Hint dan Propel, menawarkan banyak rasa yang enak untuk air putih, sehingga membuat lebih mudah untuk minum dengan porsi yang lebih besar. Banyak rasa yang tersedia untuk menambah variasi air Anda. Rasa dapat ditambahkan secara alami dengan memasukkan buah dan sayuran ke dalam botol air.

Seringkali, air infus mengandung tambahan gula atau pemanis buatan. Varietas dengan gula dapat menyebabkan penambahan berat badan dan memiliki efek negatif pada penderita diabetes. Terlebih lagi, beberapa orang mungkin bereaksi negatif terhadap pemanis buatan.

 

8. Air alkali

Air alkali memiliki tingkat pH lebih tinggi dari air keran normal dan mengandung mineral alkali dan potensi reduksi oksidasi negatif. Dengan fakta bahwa jenis air ini memiliki tingkat pH yang lebih tinggi telah membuat beberapa orang percaya bahwa itu dapat membantu menetralkan asam dalam tubuh, membantu memperlambat proses penuaan, atau bahkan mencegah kanker. Secara umum, aman untuk mengkonsumsi air alkali, tetapi bisa mengurangi keasaman lambung, sehingga menurunkan kemampuannya untuk membunuh bakteri berbahaya.

9. Air sumur

Jika Anda tinggal di daerah yang banyak terdapat air sumur atau justru anda memiliki air sumur di halaman belakang, maka akses untuk mendapatkan air jadi lebih mudah. Namun pastikan terlebih dahulu apakah air sumur tersebut cocok untuk diminum. Misalnya dengan menguji air sumur Anda setiap tahun untuk mengetahui tingkat bakteri, nitrat dan pH. Juga disarankan untuk menggunakan sistem penyaringan.

Jika air belum diolah, ada kemungkinan besar terkontaminasi terutama dari infeksi bakteri dan parasit seperti giardia. Jadi selama air yang Anda minum itu bersih dan aman, tujuan utamanya adalah untuk memastikan diri Anda selalu terhidrasi dan pastikan anda minum air yang cukup secara teratur.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini