nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kabar Gembira, di Bunaken akan Ada Taman Mangrove dan Pulau Warna-warni

Subhan Sabu, Jurnalis · Selasa 19 Februari 2019 13:19 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 02 19 406 2020019 kabar-gembira-di-bunaken-akan-ada-taman-mangrove-dan-pulau-warna-warni-KkLdMQPkZN.jpg Taman Nasional Bunaken (Foto:Indonesiakaya)

BALAI Taman Nasional Bunaken (BTNB) berencana akan mengembangkan wisata alam baru selain di perairan Bunaken. Pengembangan wisata alam rencananya akan dilakukan di Pulau Mantehage, Pulau Manado Tua dan Pulau Nain.

Kepala BTNB, Farianna Prabandari, mengatakan dalam implementasi pengembangannya, Pulau Mantehage bertema Mangrove Park, Pulau Manado Tua dengan tema wisata pendakian dan wisata pendidikan, sementara Pulau Nain sebagai pulau warna-warni.

"Di Pulau Manado Tua terdapat satwa endemik Sulawesi, Macaca nigra, Tarsius dan Kus-Kus atau Phalanger sp," ujar Kepala BTNB, Fariana Prabandari, Senin (18/2/2019).

Adapun Pulau Mantehage menurut Prabandari akan dikembangkan sebagai Mangrove Park Mantehage Island dan pusat informasi serta penelitian. Pengembangan Mantehage mendukung diversifikasi destinasi unggulan selain Pulau Bunaken.

"Masyarakat dapat menjadi bagian penting penggerak ekonomi melalui wisata alam dalam bentuk berkeliling pulau dengan katinting, wisata susur mangrove, wisata keliling desa, pengamatan burung, pengamatan paniki, lumba-lumba, dan pengamatan ular," jelas Prabandari.

Baca Juga:

Viral Video Bule Pakai Jeans Robek di Bokong saat Liburan di Bali

Seksinya Moderator Debat Pilpres Anisha Dasuki, Doyannya Cebar-Cebur di Kolam Pakai Bikini

Sedangkan di Pulau Nain menurut Prabandari memiliki keunikan di mana terdapat masyarakat Bajo yang tinggal di atas air. Hal ini tentu saja merupakan daya tarik tersendiri bagi wisatawan, sehingga diharapkan Pulau Nain akan menjadi pulau warna-warni untuk bagian destinasi utama pulau tersebut.

Selain itu juga, banyak hal yang bisa ditawarkan di Pulau Nain, antara lain wisata keliling kampung, wisata kuliner, wisata edukasi, wisata kegiatan nelayan tradisional, wisata bertanam rumput laut dan dengan dipaketkan dalam wisata pasir timbul (bungin) yang sudah kesohor.

"Kami bercita-cita Pulau Nain akan menjadi salah satu destinasi wisata yang berkembang dengan sektor perikanan dan rumput laut sebagai unggulannya," tambah Prabandari.

Lebih lanjut Prabandari mengatakan bahwa pengembangan wisata tersebut akan dikomunikasikan dan terintegrasi dengan pengembangan wilayah pada Kota Manado dan Kabupaten Minahasa Utara, Provinsi Sulawesi Utara.

 

Rencana BTNB tersebut mendapat apresiasi dari Komisi IV DPR RI yang sedang melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) dalam rangka Reses Masa Sidang III tahun 2018 - 2019, di Manado dengan didampingi oleh Ditjen Konservasi Sumber Daya Alam Ekosistem (KSDAE), Wiratno.

"Kami mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh Balai Taman Nasional Bunaken, utamanya dalam pengembangan wisata alam yang tidak hanya Pulau Bunaken, tetapi dengan mendiversifikasi produk destinasi unggulan lainnya di Pulau Mantehage dan Pulau Manado Tua," jelas Ketua Komisi IV DPR RI, Edhy Prabowo.

Bahkan menurut Prabowo, Komisi IV DPR RI akan mendorong alokasi tambahan anggaran untuk Balai Taman Nasional Bunaken tahun ini untuk pengadaan kapal subsea dalam rangka optimalisasi pelayanan pengunjung dan wisata pendidikan konservasi bagi anak-anak disekitar kawasan Taman Nasional Bunaken.

Dalam kunjungan tersebut rombongan Komisi IV DPR RI dan undangan yang hadir melakukan penaman karang dengan metode rangka laba-laba yang diadopsi dari Mars. Metode ini diyakini lebih praktis dan kesempatan tumbuh karang lebih baik, sebagaimana yang pernah dilakukan di Pulau Baddi dan Pulau Bontosua Sulawesi Selatan.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini