nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Penyebab Anak Ketiga Arumi Bachsin Meninggal Dunia

Rahma Yulita, Jurnalis · Selasa 19 Februari 2019 11:57 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 02 19 481 2019979 penyebab-anak-ketiga-arumi-bachsin-meninggal-dunia-0bPtYolV5z.jpg Arumi Bachsin (Foto: Ist)

ARUMI Bachsin yang baru saja berstatus sebagai istri Wakil Gubernur Jawa Timur harus kehilangan anak ketiganya yang masih di dalam kandungan. Arumi Bachsin yang tengah mengandung, mengalami keguguran dan kini sedang dirawat di RSIA Kendangsari, Surabaya.

Keguguran tentu saja peristiwa yang sangat menakutkan bagi para ibu hamil. Nah, faktor apa saja sih penyebab atau pemicu seseorang bisa keguguran? Seperti yang dilansir dari Parents, Selasa (19/2/2019).

Baca juga :

1. Kelainan Kromosom

Salah satu alasan yang paling umum penyebab terjadinya keguguran adalah, beberapa masalah dengan kromosom telur atau sperma selama pembentukan embrio (janin). Keguguran yang disebabkan oleh kelainan kromosom ditemukan lebih sering terjadi pada wanita yang berumur lebih dari 35 tahun. “Ini dikarenakan semua telur yang ia miliki sejak lahir telah menua bersamanya.”, ujar Dr. Zobel.

Frekuensi keguguran pada wanita di bawah usia 20 tahun adalah, sekitar 12 sampai 15 persen dan meningkat dua kali lipat untuk wanita yang mendekati usia 40 tahun.

2. Gangguan Tiroid

Tiroid yang rendah maupun tinggi dapat menyebabkan masalah dengan infertilitas atau menyebabkan keguguran berulang. Situs web The Malpani Infertility Clinic menjelaskan bahwa jika kasusnya fungsi tiroid wanita rendah, tubuhnya akan mencoba mengimbangi dengan memproduksi hormon yang benar-benar dapat menekan ovulasi. Sebaliknya, tiroid yang memproduksi terlalu banyak hormon dapat mengganggu kemampuan estrogen untuk melakukan tugasnya dan membuat rahim tidak mampu untuk implantasi atau menyebabkan perdarahan yang terus menerus.

3. Diabetes

Jika Anda menderita diabetes, tindakan terbaik adalah menemui dokter sebelum kehamilan berlangsung untuk mengoptimalkan kesehatan Anda. “Gangguan medis konis termasuk diabetes, hipotiroidisme, hipertensi, dan penyakit autoimun perlu ditangani dan dikendalikan dengan baik sebelum kehamilan.”, ujar Dr. Zobel.

Melakukan perawatan rutin dengan dokter di awal kehamilan adalah kunci keberhasilan kehamilan pada wanita dengan kondisi medis kronis.

4. Gaya Hidup

Beberapa kebiasaan gaya hidup seperti penyalahgunaan obat-obatan terlarang, alkohol, dan merokok pada saat kehamilan ditemukan dapat menyebabkan keguguran dini dan keguguran dalam trimester berikutnya. Mengoptimalkan kesehatan menjelang kehamilan dapat membantu mengurangi risiko keguguran.

“Sebagian besar wanita tidak menyadari bahwa mereka hamil sampai beberapa minggu setelah masa haid mereka. Pada saat itu, sumsum tulang belakang janin telah terbentuk dan jantung berdetak. Mempersiapkan kehamilan dengan melakukan diet dan olahraga, membatasi stres, mengoptimalkan gangguan medis kronis, dan mulai mengkonsumsi vitamin prenatal sangat ideal untuk semua kehamilan. Namun, bahkan ini tidak dapat meminimalkan risiko keguguran jika itu terjadi karena kelainan kromosom.”, ujar Dr. Zobel.

5. Komplikasi Fisik

Dr. Zobel melaporkan bahwa adapula kejadian keguguran yang kurang umum, tetapi masih signifikan yang dapat disebabkan oleh masalah fisik dengan si Ibu, seperti kelainan rahim (termasuk septum atau polip) dan ketidakmampuan serviks. Namun, ia menambahkan bahwa dalam banyak kasus, kehilangan akibat komplikasi fisik akan terjadi pada trimester kedua atau ketiga.

6. Gangguan Pembekuan Darah

Seperti kelainan fisik, keguguran yang disebabkan oleh kelainan pembekuan darah lebih jarang terjadi, tetapi memang terjadi. “Saya tidak jarang menemukan kasus keguguran yang disebabkan gangguan pembekuan darah,” jelas Dr. Nowacki, “Tapi itu tidak umum seperti alasan lainnya.”, tambahnya.

7. Gangguan Sistem Kekebalan (Imunologi)

Gangguan sistem kekebalan merupakan topik yang banyak diperdebatkan di antara penyedia layanan kesehatan wanita, terutama karena masih banyak yang menemukan bahwa hal ini tidak jarang berkontribusi terhadap salah satu penyebab terjadinya keguguran. Namun, American College of Obstetricians dan Gynecologists setuju bahwa gangguan sistem kekebalan tertentu berperan dalam keguguran, terutama dengan keguguran berulang. Meskipun peran pasti faktor imunologis dalam keguguran itu sulit untuk dijelaskan, menurut Dr. Nowacki, cara paling sederhana untuk memahaminya adalah bahwa “tubuh tidak menerima kehamilan.”

Beberapa penelitian telah menemukan bahwa antibodi tertentu dapat menjadi salah satu penyebab paling umum keguguran berulang. “Lupus adalah penyakit autoimun yang dapat mengakibatkan peningkatan angka keguguran, seringkali karena antibodi anti-fosfolipid yang sering dibawa oleh para wanita ini,” ujar Dr. Zobel.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini