Oles Minyak Telon Bisa Lindungi Anak dari Nyamuk Penyebab DBD?

Pradita Ananda, Jurnalis · Selasa 19 Februari 2019 16:15 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 02 19 481 2020128 oles-minyak-telon-bisa-lindungi-anak-dari-nyamuk-penyebab-dbd-QGwAwqrs6n.jpg Minyak telon bisa proteksi si kecil dari DBD ? (Foto: Momjunction)

DI cuaca lembap seperti sekarang ini, berdatangan pula penyakit-penyakit musiman. Misalnya seperti penyakit demam berdarah. Bisa dibilang penyakit yang juga akrab disebut DBD ini, satu paket dengan kehadiran musim pancaroba di Indonesia seperti sekarang.

Data yang ada menyebutkan, Kementerian Kesehatan mencatat kasus demam berdarah sepanjang 2019 mencapai 16.692 dan hampir 90 persen kasus terjadi pada anak-anak berusia di bawah 15 tahun. Kementerian Kesehatan mencatat di awal 2019 (rentang periode 1 Januari hingga 3 Februari 2019), jumlah penderita demam berdarah di Indonesia telah mencapai 16.692, bahkan 169 orang di antaranya meninggal dunia.

Maka wajib untuk kita para orangtua untuk melindungi diri dan anak-anak dari gigitan nyamuk Aedes Aegypti yang aktif mengisap darah baik di siang, maupun malam hari. Nyamuk satu ini diketahui memiliki kemampuan adaptasi yang baik, nyamuk pembawa virus dengue dapat berkembang di berbagai tempat dengan genangan air, serta aktif mengisap darah di siang dan malam hari.

 BACA JUGA : Risiko Kematian Mengintai, Jangan Keseringan Lahap Makanan yang Digoreng

Ditambah lagi dengan situasi, seperti yang dijelaskan oleh Prof. Drh. Upik Kesumawati Hadi, MS. PhD selaku Kepala Unit Kajian Pengendalian Hama Pemukiman (UKPHP) IPB, sekarang yang namanya nyamuk Aedes Aegypti telah mengalami perubahan perilaku adaptif.

 

“Berdasarkan penelitian, nyamuk aedes aegypti telah mengalami perubahan perilaku adaptif. Sebelumnya lebih banyak aktif mengisap darah di siang hari, sekarang juga aktif mengisap di malam hari. Dalam berkembang biak, nyamuk ini tidak hanya bisa bertelur di air yang jernih, tapi juga di air yang berpolusi sehingga jentiknya dapat ditemukan di berbagai tempat. Walau saat dewasa, nyamuk aedes aegypti betina sebagai pembawa virus dengue, lebih senang hidup di dalam ruangan dan butuh darah manusia untuk membantu perkembangan telurnya,” ungkap Prof. Drh. Upik saat ditemui Okezone, Selasa (19/2/2019) dalam acara “MY BABY Minyak Telon Plus Lengkapi Langkah Perlindungan 3M Plus” di bilangan Senayan, Jakarta Pusat.

Pemerintah sendiri melalui Kementerian Kesehatan tengah menggalakkan program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan cara 3M Plus 2 yang pertama adalah menguras tempat penampungan air, menutup tempat penampungan air, mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk penular demam berdarah, serta melakukan upaya pencegahan lain, termasuk menggunakan produk anti nyamuk yang aman.

Selain melakukan upaya 3M Plus seperti yang sudah disosialisasikan oleh pemerintah sebagai upaya pencegahan terkena DBD. Sebetulnya apa lagi cara sederhana yang bisa dilakukan oleh para orangtua untuk melindungi anak dari gigitan nyamuk?

 

Ternyata salah satu cara simpel yang bisa dilakukan oleh ibu di rumah ialah dengan mengaplikasikan minyak telon pada anak. Misalnya dengan mengoleskan minyak telon yang mengandung bahan alami khusus seperti citronella (minyak sereh), chamomile dan eucalyptus yang memang dikenal tidak disukai oleh nyamuk. Ditambahkan Prof. Drh. Upik, di mana ekstrak bahan alami ini sudah teruji bisa jadi proteksi alias pelindung diri dari gigitan nyamuk.

“Saya pribadi bersama tim di IPB berkesempatan melakukan pengujian terhadap formula baru di minyak telon ini, HasiInya, ekstrak bahan alami yang diformulasikan pada produk ini, terbukti mampu mencegah gigitan nyamuk, termasuk jenis Aedes aegypti hingga delapan jam”, imbuhnya.

Untuk pemakaian, Upik menambahkan cukup ikuti petunjuk penggunaan dan tinggal dioleskan kembali jika kulit terkena kontak dengan air.

 BACA JUGA : Gaya Tamara Bleszynski Blusukan di Pasar Tradisional, Tetap Kece Abis

“Sekali pakai kan ada takarannya, 2 gram kalau tidak salah. Sampai delapan jam kemudian enggak diapa-apain. Selama pengujian sih sekali oleh saja hasil proteksinya 90 persen selama tidak terganggu air, misal mandi, kena air wudhu, jika kulit kena air lagi ya dioleskan lagi,” tutup Prof. Upik.

(dno)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini