Kepala Kambing Ini Dihargai Rp1,5 Miliar, Dibayar Tunai Pengusaha Amerika

Nur Anisa Putri, Jurnalis · Selasa 19 Februari 2019 16:08 WIB
https: img.okezone.com content 2019 02 19 612 2020129 kepala-kambing-ini-dihargai-rp1-5-miliar-dibayar-tunai-pengusaha-amerika-hVlUHl8G91.jpg

SEORANG pemburu asal Texas, Amerika Serikat, Bryan Kinsel Harlan, bikin heboh seantero Pakistan lantaran bersedia membayar USD110 ribu atau setara Rp1,5 miliar untuk mendapat izin memburu seekor kambing gunung langka yang dikenal dengan Markhor.

Setelah mendapat izin dari otoritas setempat, Bryan bersama timnya melakukan perburuan dan berhasil menembak mati seekor Markhor jantan di sebuah pegunungan. "Itu tembakan yang mudah dan dekat dan saya senang mengambil trofi ini," kata Harlan seperti dikutip Dawn News.

Foto-foto Bryan bersama hewan buruannya memicu perdebatan. Beberapa komentator bertanya mengapa perburuan makhluk langka itu tidak dilarang.

Bulan lalu, dua orang Amerika lainnya memburu hewan-hewan tersebut setelah masing-masing membayar USD105.000 dan USD100.000. Pemerintah Pakistan berdalih mahalnya harga izin berburu tersebut merupakan cara melestarikan spesies langka dan mempromosikan pariwisata di negara itu. Hal ini pun diamini oleh Bryan. Dia menjelaskan bahwa tindakannya tidak hanya mendukung upaya konservasi tetapi juga membawa investasi ke negara itu.

“Saya dari Amerika, tidak banyak orang dari Amerika Serikat yang akan datang ke sini sebagai turis. Mereka pikir itu berbahaya. Masalahnya adalah apa yang digambarkan media. Itu tidak berbahaya. Meksiko lebih berbahaya daripada Pakistan, ”katanya.

“Apa yang terjadi dalam perburuan Markhor ini adalah contoh utama ketika seorang pemburu dan penduduk desa bersatu dengan pemahaman yang sama mengenai konservasi. Dan ketika itu terjadi, itu mengurangi perburuan liar," tambahnya.

Selama beberapa dekade Markhor telah menjadi sasaran pemburu gelap, yang menyebabkan populasinya berkurang, dengan hanya 2.500 ekor yang tersisa pada 2011, menurut Washington Post.

Sejak saat itu, Pakistan melarang semua perburuan untuk binatang-binatang tersebut dan hanya membiarkan sejumlah kecil orang asing kaya raya untuk berburu 12 kambing jantan setiap musim di daerah-daerah tertentu.

Baca Juga : Viral Foto Veronica Tan Bersama Krisdayanti, Tampil Polos Tanpa Make Up

Sebagian besar uang yang dibayarkan oleh para pemburu, menurut Washington Post, diberikan kepada penduduk miskin di daerah di mana kambing-kambing itu ditempatkan.

Percobaan itu membuahkan hasil dan populasi Markhor meningkat lagi, bahkan mendorong klasifikasi ulang spesies dari hampir punah menjadi hampir terancam.

Tabarak Ullah, pemburu yang membimbing Bryan selama perburuan, mengatakan kepada Washington Post bahwa kehadiran orang asing membawa hal-hal positif ke negaranya.

"Ini bukan hanya tentang berburu," katanya. "Jumlah hewan meningkat dan jutawan pemburu asing kembali serta memberi tahu dunia bahwa Pakistan aman."

Baca Juga : Viral Video Bule Pakai Jeans Robek di Bokong saat Liburan di Bali

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini