nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kisah Korban Gempa Lombok Pilih ke Malaysia untuk Lanjutkan Hidup

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 20 Februari 2019 12:39 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 02 20 196 2020487 kisah-korban-gempa-lombok-pilih-ke-malaysia-untuk-lanjutkan-hidup-8mLfWqvCgs.jpeg Gempa di Lombok 2018 (Foto: BNPB)

TERPURUK dalam kesedihan bukan cara terbaik meratapi nasib. Malah, dengan begitu Anda akan larut dalam kesengsaraan dan tidak akan merasakan bahagia.

Bangkit dari bencana alam bukan hal yang mudah. Apalagi jika menghancurkan siklus kehidupan. Pekerjaan hilang, rumah ambruk, bahkan tak sedikit yang keluarganya tewas. Trauma panjang menjadi masalah lain yang harus dihadapi. Tapi, hidup terus berjalan, bukan?

Bercerita pada Okezone, seorang penyintas gempa Lombok Juli 2018 menuturkan kalau keadaan terdesak dan rasa tanggung jawab yang besar menjadi alasan kenapa beberapa orang di Dusun Kapu, Desa Jenggala, Kecamatan Tanjung, Lombok Utara, memilih pergi ke negeri jiran.

Adalah Muhdin, sosok penyintas gempa Lombok yang membagikan ulang kisah ini pada Okezone. Menurut penuturannya, di dusun tempat dirinya tinggal, ada tiga pria yang memutuskan untuk pergi ke Malaysia.

 Baca Juga: Dugem dengan Kekasih Vanessa Angel, Pose Nomor 5 Anya Geraldine Bikin Pria Lemas!

"Mereka pergi sebulan setelah gempa terjadi. Tiga orang itu pernah satu lokasi pengungsian sama saya," ungkap Muhdin, sore hari di Lombok Utara, Selasa (19/2/2019).

Salah satu alasan kenapa korban gempa tersebut pergi ke Malaysia ialah mereka membangun rumah di kampungnya dari uang hasil kerja di Malaysia. Gempa datang, rumahnya porak poranda. Jadi, yang harus dilakukan? Kembali lagi ke Malaysia.

Apalagi tanggungan yang mesti diselesaikan banyak, sedangkan di kampungnya ini tidak ada lahan yang bisa digarap.

"Bisa dikatakan, tiga pria ini pergi meninggalkan keluarganya di Lombok mau enggak mau. Semua karena keadaan dan ini harus diambil sekalipun ada rasa khawatir harus melepas kembali keluarga untuk beberapa waktu yang panjang," ungkap Muhdin.

Pria berusia 37 tahun tersebut menjelaskan, beberapa yang suaminya pergi untuk menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) menitipkan anaknya pada keluarga, orangtua, atau sepupu terdekat. Sekali lagi, keputusan sulit yang mesti diambil untuk menyambung hidup.

 

Secara spesifik, Muhdin menjelaskan kenapa akhirnya tiga pria ini bisa kembali ke Malaysia. Berdasar pengakuannya, mereka sepertinya masih nyimpan kontak orang Malaysia yang sebelumnya pernah mempekerjakan mereka. Begitu gempa terjadi, butuh pekerjaan, mereka ini 'ngontak' lagi pelaksana di Malaysia untuk minta dikirimkan tiket.

 Baca Juga: Kece Parah, Intip 5 Gaya Anya Geraldine saat Hangout Bersama Teman

"Tiga orang itu jadi buruh sawit, kerja di perkebunan. Kerja fisik jadinya," terang Muhdin menjelaskan apa yang biasanya dikerjakan TKI pria di Malaysia.

Sementara itu, Muhdin menjelaskan juga kalau ternyata tak sedikit perempuan Dusun Kepu yang menjadi Tenaga Kerja Wanita (TKW). Negara tujuannya biasanya Arab Saudi atau Taiwan.

"Ya, beberapa perempuan pergi jadi TKW. Alasannya juga sama, ya, karena tuntutan hidup dan sikap tanggung jawab pada keluarga," sambungnya.

Pilihan yang sulit tentunya. Satu sisi para penyintas ini dibayangi rasa trauma yang besar karena gempa dan ini membuat psikis mereka biasanya akan sangat protektif pada keluarga. Tapi, di sisi lain, keluarga mesti hidup. Anak dan tanggungan lain mesti dicukupi dengan baik.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini