nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kenapa Generasi Milenial Rentan Terkena Paham Radikalisme?

Pradita Ananda, Jurnalis · Rabu 20 Februari 2019 19:01 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 02 20 196 2020645 kenapa-generasi-milenial-rentan-terkena-paham-radikalisme-ljiTKc0Zg5.jpg Ilustrasi (Foto: Odyssey)

KITA pasti cukup familier dengan ungkapan bahwa masa depan suatu bangsa ada di tangan para generasi mudanya. Inilah mengapa peran serta dari generasi milenial sangat esensial untuk membangun suatu negara.

Namun dalam perjalanannya, tentu banyak halangan yang harus dihadapi oleh para generasi milenial. Salah satunya paham ekstrimisme, radikalisme yang mana akhirnya menjadikan generasi muda Indonesia menjadi pribadi yang intoleran terhadap sesama bahkan menjadi dekat dengan paham terorisme.

 

(Foto: Pradita Ananda/Okezone)

Sayangnya, generasi milenial memang dipandang rentan untuk terkena paham radikalisme. Di mana salah satu faktor pendukungnya, seperti yang disebutkan oleh Shintya Rahmi selaku General Manager dari Global Peace Foundation Indonesia ditunjang dengan perkembangan media sosial yang begitu pesat di Indonesia.

 Baca Juga: Berobat di Singapura, Annisa Pohan Jadi Suster Pribadi Ani Yudhoyono

(Foto: Pradita Ananda/Okezone)

“Generasi milenial itu inginnya yang instan. Siapa sih anak muda sekarang yang enggak pegang gadget? Mereka cari tahu dari gadget, contohnya berdasarkan hasil penelitian sumber pengetahuan agama anak-anak milenial sekarang itu kebanyakan dari gadget, penelusuran media sosial seperti Youtube dan Instagram, bukan belajar dari guru langsung atau buku-buku,” jelas Shintya, saat dijumpai Okezone, Rabu (20/2/2019) dalam acara “Festival Meyakini Menghargai” di Thamrin 9, Jakarta Pusat.

 

(Foto: Pradita Ananda/Okezone)

Sinthya melanjutkan, perkembangan media sosial di era digital yang begitu besar di Indonesia ini jadi lahan subur bagi orang-orang penganut paham radikalisme yang ekstrem untuk menerapkan paham tersebut pada generasi milenial.

 Baca Juga: 8 Fakta Unik Choupette, Kucing Karl Lagerfeld yang Berpenghasilan Rp42 Miliar Setahun

“Ini era digital, jadi ya semua gampang diakses. Anak SD saja sekarang sudah enggak bisa lepas dari Youtube, anak-anak sekolah pegang smartphone semua enggak bisa hidup tanpa smartphone, semua dibuat serba gampang. Inilah yang pada akhirnya membuat orang-orang yang punya paham radikal jadi paham betul memanfaatkan hal ini, tahu betul celahnya,” pungkas Shintya.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini