Ternyata Miss V Bisa Depresi, Ini Faktanya

Tiara Putri, Jurnalis · Rabu 20 Februari 2019 23:30 WIB
https: img.okezone.com content 2019 02 20 485 2020729 ternyata-miss-v-bisa-depresi-ini-faktanya-JqTdVrdQPI.png Ternyata Miss V bisa depresi (Foto: Clinics)

TIDAK hanya pikiran, Miss V ternyata juga bisa mengalami depresi. Dalam dunia medis, kondisi tersebut dikenal dengan istilah vulvodynia. Sekira 15% perempuan bisa mengalami kondisi menyakitkan itu.

Vulvodynia menyebabkan rasa sakit yang terus-menerus di dalam dan sekitar vulva. Bagi sebagian orang masalahnya bisa menjadi lebih parah karena rasa sakit menyebar ke bokong hingga paha bagian dalam. Bila dibiarkan, kondisi ini dapat menjadi masalah jangka panjang.

Sejumlah ahli menyatakan Miss V yang depresi mungkin saja dipicu oleh sesuatu yang sederhana seperti memasukkan tampon atau sentuhan saat berhubungan seksual. Menurut National Health Service, vulvodynia dapat memengaruhi perempuan dari segala usia. Tapi kondisi ini lebih sering terjadi pada perempuan yang dinyatakan sehat.

 BACA JUGA : Raih 10 Juta Subscribers, Ini Nazar Atta Halilintar dan Ria Ricis

Ada beberapa cara untuk mengatasi vulvodynia. Perawatan yang biasanya ditawarkan oleh dokter adalah gel anestesi dan obat resep seperti antidepresan. Perawatan di rumah seperti mengenakan pakaian katun 100%, menghindari produk-produk higienis yang beraroma, dan mengoleskan bungkusan dingin pada area Miss V juga dapat membantu meredakan rasa nyeri.

 

Sementara itu, sebuah penelitian terbaru mengklaim menemukan cara alternatif untuk Miss V yang tertekan. Cara baru ini dipercaya dapat membantu meningkatkan kualitas hidup perempuan.

Para peneliti dari Oregon Health and Science University di Portland mengatakan terapi kelompok dapat mengurangi rasa nyeri. Dalam studi yang diterbitkan di Journal of Lower Genital Tract Disease, dikatakan jika sebagian besar perempuan dengan vulvodynia mengalami penurunan rasa sakit secara signifikan setelah menghadiri enam terapi perilaku kognitif (CBT) kelompok berbasis kesadaran selama enam bulan.

Terapi CBT biasanya digunakan untuk mengatasi depresi dan kecemasan. Terapi ini merupakan terapi bicara yang membantu orang mengelola masalah pribadinya. Orang tersebut diharapkan mengubah cara mereka berpikir dan bertindak.

BACA JUGA : Meghan Markle akan Gelar Baby Shower yang Kedua, Ini Bocorannya

Menurut para peneliti, terapi CBT dapat memberi keuntungan dalam mengurangi tekanan karena provokasi yang terjadi. Namun belum ada ahli yang berbicara lebih lanjut tentang terapi ini untuk mengatasi vulvodynia. Demikian seperti yang Okezone lansir dari Mirror, Rabu (20/2/2019).

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini