nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Lombok Riwayatmu Kini, Kisah Perjuangan Warga Lombok Pasca-Gempa

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 20 Februari 2019 09:43 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 02 20 612 2020394 lombok-riwayatmu-kini-kisah-perjuangan-warga-lombok-pasca-gempa-28G0dzoaCs.jpg Pantai Lombok. (Foto: Okezone/Ardi)

Lantas, bagaimana kondisi di Lombok enam bulan pasca-gempa? Muhdin menjelaskan, yang paling krusial adalah adanya toilet bersih yang disediakan salah satu yayasan yang berfokus pada anak-anak yaitu Wahana Visi Indonesia. Toilet itu menjadi hal mendasar yang manfaatnya sangat besar untuk warga setempat.

Muhdin pun bertutur, sebelum adanya toilet masyarakat buang air besar dan mengambil air untuk masak di saluran air yang sama. Akibatnya, kebersihan dari air tersebut pun tidak terjamin, dan memungkinkan para warga terkena penyakit.

"Nah, dengan adanya toilet dan sanitasi yang bersih, tentu ini akan mengubah kehidupan kami di sini dan tidak hanya itu, dengan adanya ketersediaan air yang bersih, ini juga membuat kami terbebas dari penyakit diare yang dulu mudah sekali melanda warga," kata Muhdin.

Senada, Sarta, warga lokal lainnya menjelaskan sebelum ada toilet bersih, banyak warga yang akhirnya mau tidak mau harus menggunakan air sungai yang keruh atau malah kotor.

Manager Respons Tanggap Bencana Gempa Lombok Wahana Visi Indonesia, Eninofa Rambe, menyebut ketersediaan toilet menjadi kebutuhan utama masyarakat. "Itu juga yang membuat kami memberikan bantuan material toilet dengan kriteria pembangunan toilet yang dilakukan swadaya oleh masyarakat," katanya.

Tapi, selain toilet dan air bersih yang tersedia dengan laik, warga Lombok Utara juga membutuhkan rumah sementara. Sebab, sampai sekarang, banyak keluarga yang masih harus tidur di bawah terpal. "Kebayang kan, bagaimana panasnya kami. Kalau siang, tidak ada yang berada di dalam, semuanya keluar. Tapi, ya, hanya itu yang kami punya," jelas Muhdin.

Memang, beberapa warga Dusun Kapu sudah mulai membangun rumah kembali, sekalipun hanya terbuat dari sisa-sisa bilik anyaman bambu dan atapnya dari asbes bekas.

Layak? Tentu tidak. Ketika hujan deras tiba, mereka pun akan dihadapi dengan kebocoran di mana-mana. Masalah ini pun belum bisa ditanggulangi dengan baik karena tidak ada dana untuk memperbaiki atap yang bocor.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini