Hubungan dengan Pacar Mulai Rumit, Putus Nggak Ya?

Rahma Yulita, Jurnalis · Kamis 21 Februari 2019 17:00 WIB
https: img.okezone.com content 2019 02 21 196 2021045 hubungan-dengan-pacar-mulai-rumit-putus-nggak-ya-ckZuq0GTOn.jpg Hubungan percintaan yang rumit (Foto: Bustle)

Putus dengan pasangan sudah cukup sulit, tetapi waktu yang kamu habiskan dengan susah payah untuk memutuskan apakah kamu harus mengambil keputusan untuk putus atau nggak, bisa menjadi yang terburuk.

Tidakkah kamu seharusnya menyadari bahwa kamu tidak lagi ingin berkencan dengan seseorang menjadi hal yang paling jelas di dunia? Mengapa begitu sulit untuk mengetahuinya dengan pasti?!

Mengapa seperti ini?

Ternyata, menjadi ragu tentang bagaimana hubungan semestinya berlanjut adalah hal yang normal. Kamu mungkin tidak tahu apakah masalahnya terletak pada hubungannya atau malah ada pada kamu sendiri? Berikut ini adalah cara membedakan haruskah kamu putus atau nggak seperti yang dilansir Cosmopolitan, Kamis (21/2/2019).

1. Merasa Jenuh dan Bosan

Lebih baik putus jika kamu mulai merasa nggak puas dengan hubungan kamu, terlepas dari hal-hal berkesan yang telah kamu lakukan bersama. Pikirkan bahwa berjalan sendiri akan membuat kehidupan sosial kamu semakin baik, atau membuat kamu mampu menikmati hari-hari dengan lebih baik.

Lebih baik bertahan jika kamu hanya bosan dengan rutinitas yang kamu lakukan karena kamu dan si pacar mungkin mulai kehabisan ide untuk berkencan. Dr. Mariana Bockarova, pengajar di “The Psychology of Relationships” di Universitas Toronto mengatakan, ada perbedaan antara bosan dengan pasangan, dan bosan dengan rutinitasnya.

pasangan muda

2. Sering merasa kesal

Lebih baik putus jika pacar kamu sering membuat kesal. Ketika kamu merasa seperti ingin berteriak setiap kali berhadapan dengan si doi, maka kamu mungkin perlu duduk dan berbicara jujur tentang apa yang kamu rasakan.

Lebih baik bertahan jika kamu kesal karena hal lain yang tidak ada hubungannya dengan dia. Biasanya wanita menjadi lebih sensitif pada saat datang bulan. Jika kamu merasa stres dan tertekan akan suatu hal, kamu mungkin bisa melampiaskan kemarahan kamu dan meminta saran padanya.

3. Lebih senang pergi bersama teman

Lebih baik putus jika kamu merasa ingin menghindar dari pacar kamu terus menerus. Jika waktu yang kamu habiskan bersama teman-teman membuat kamu merasa lebih ‘hidup’ dibandingkan saat menghabiskan waktu dengan si doi, itu adalah tanda bahwa kamu sudah nggak butuh dia maupun hubungan kalian lagi.

Lebih baik bertahan jika kamu ternyata cuma kangen dengan teman-teman kamu. Ketika mulai berkencan untuk pertama kalinya, seseorang akan lebih memprioritaskan pacar dibanding teman-temannya untuk sementara waktu. Ketika kamu mulai kangen temanmu, nggak apa-apa kembali bermain bersama mereka lagi tanpa kehadiran pacarmu!

4. Sering berantem

Lebih baik putus jika hal yang diperdebatkan mulai nggak jelas dan bikin hubungan jadi toxic. Jika kamu merasa seperti disudutkan oleh pacar kamu terus menerus, mungkin ini saat yang tepat untuk mengakhiri hubungan kalian.

Lebih baik bertahan jika kalian saling memahami satu sama lain setelah bertengkar. Pertengkaran adalah hal yang wajar di setiap hubungan. Jika pacar kamu masih bisa memahamimu, pertahanin deh!

pasangan muda

5. Berharap si doi akan berubah

Lebih baik putus jika kamu merasa ingin pacarmu berubah secara drastis mengikuti apa yang kamu mau. Kamu harus bertanya pada diri sendiri, apakah kamu bersedia tinggal bersamanya jika dia nggak berubah. Kalau nggak, ini saatnya untuk move on!

Lebih baik bertahan jika perubahan yang kamu cari bersifat situasional. Sangat masuk akal jika dalam hubungan menginginkan perubahan eksternal agar hubungan akan terus berjalan dengan harmonis.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini