nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sulitnya Melestarikan Kuliner Nusantara, Ini Kata Chef Profesional

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Kamis 21 Februari 2019 19:45 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 02 21 298 2021199 sulitnya-melestarikan-kuliner-nusantara-ini-kata-chef-profesional-ecEYafGRB9.jpg Sulitnya melestarikan kuliner Nusantara (Foto:Shutterstock)


SAAT ini, para pecinta kuliner semakin percaya bahwa ragam kuliner Indonesia yang dimasak dengan cara autentik pastinya memiliki nilai lebih dari segl rasa. Tak heran, semua kelezatan asli ini terus dicari dan disukai karena cita rasanya yang kaya, unik dan sangat Indonesia.

Di antara serbuan kuliner asing atau yang serba instan ternyata para pecinta kuliner, terutama generasi muda, masih mencari sesuatu yang autentik karena memahami bahwa citarasa tinggi dari sebuah masakan memerlukan usaha yang lebih.

”Sayangnya, di tengah antusiasme ini, kini semakin banyak kekayaan kuliner asli Indonesia yang mulai langka, dan bahkan hampir punah,” ujar Hernia Raharia selaku Foods Director PT Unilever Indonesia Tbk, dalam konferensi pers Festival Jajanan Bango (FJB) 2019, di Nusa Indonesian Gastronomy, Jakarta Selatan, Kamis (21/2/2019).

“Jika keaslian rasa dan resepnya tidak terjaga, dan tidak ada orang atau penjaja kuliner yang terus membuatnya, regenerasi pelestarian kuliner Indonesia tentunya jadi mustahil dllakukan,” timpalnya.

Baca Juga:

Hoax Video Habib Rizieq Joget Bareng Penari Perut, Ini 6 Belly Dancer Top Dunia

Dikatain Jablay, Intip Penampilan Super Seksi Salmafina Sunan saat Olahraga

Kekhawatiran ini juga dirasakan oleh Chef Ragil Imam Wibowo seorang pengamat kuliner dan foodpreneur yang banyak memfokuskan diri pada keragaman kuliner asli Indonesia.

”Saya sangat percaya akan nilai lebih dari sebuah autentisitas. Oleh karena itu, saya selalu mencari inspirasi dalam menyiapkan menu di restoran saya dengan berkunjung langsung ke daerah asalnya,” ungkapnya

Ragil menjelaskan, dari berbagai kunjungannya, ia menemukan bahwa banyak hidangan yang saat ini sudah sangat langka dan hanya dilestarikan oleh satu keluarga tertentu.

Padahal, hidangan itu tadinya merupakan salah satu hidangan khas yang dibanggakan di daerah tersebut. Hal ini umumnya disebabkan oleh kelangkaan bahan-bahan, autentisitas cara pembuatannya yang mulai pudar, hingga surutnya jumlah penjaja kuliner yang menghidangkan aneka hidangan autentik.

“Oleh karena itu, eksistensi penjaja kuliner Indonesia dari generasl ke generasi menjadi hal yang penting agar kelezatan asli Indonesia tidak hilang dltelan waktu," imbuh Chef Ragil.

Hal tersebut menjadi sebuah Iandasan bagi PT Unilever Indonesia Tbk untuk kembali menggelar FJB dengan tema ”Kelezatan Asll, Lintas Generasi" yang akan berlangsung pada tanggal 16-17 Maret 2019 bertempat di area parkir Squash, Gelora Bung Karno, Jakarta.

Acara tahunan ini rencananya akan dihadari oleh lebih dari 80 penjaja kuliner Nusantara. Selain itu, akan ada sebuah area khusus bagi 10 penjaja kuliner lintas generasi yang memiliki dedikasi tinggi dalam mempersembahkan kelezatan hidangan mereka dari generasi ke generasi.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini