nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Garis Terminator Pemisah Belahan Bumi Siang dan Malam, Ini Penampakannya

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Jum'at 22 Februari 2019 02:01 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 02 21 406 2021205 garis-terminator-pemisah-belahan-bumi-siang-dan-malam-ini-penampakannya-9mie4GaUiA.jpg Garis terminator pemisah belahan bumi siang dan malam (Foto:Earth)


 DUNIA ini memang penuh misteri. Masih banyak ciptaan sang penguasa semesta yang tidak henti-hentinya membuat kita berdecak kagum. Salah satunya fenomena alam yang tertangkap pada gambar di bawah ini.

Dilihat dari unggah foto milik akun Instagram @dunia.unik, tampak sebuah pemandangan menakjubkan yang diabadikan dari luar angkasa. Selidik punya selidik, foto itu merupakan penampakan Samudera Atlantik Utara yang membentang luas dari garis khatulistiwa hingga ke Afrika Barat, dan Greenland.

Uniknya, pada foto tersebut juga bisa dilihat dengan jelas bahwa beberapa negara seperti Skandinavia, Prancis, Spanyol, Aljazair, Mali, dan Pantai Gading telah tertutupi langit malam. Sementara kawasan Afrika Barat, Greenland, dan Samudera Atlantik masih terlihat terang.

Berdasarkan hasil penelusuran Okezone, Jumat (22/2/2019), pada saat foto itu dirilis tahun 2003 lalu, banyak yang berasumsi bahwa foto tersebut merupakan hasil rekaya digital atau tidak nyata. Padahal, ada sebuah penjelasan ilmiah yang menjabarkan mengapa fenomena unik ini bisa terjadi.

Menurut penjelasan yang dikeluarkan NASA pada situs resmi mereka, garis tersebut dikenal dengan istilah Garis Terminator. Garis inilah yang memisahkan sisi bumi yang diterangi sinar matahari dari area malam hari. Fenomena ini juga membuktikan bahwa lampu-lampu kota di malam hari lebih terang dari sisi pedesaan di siang hari.

Baca Juga:

Dikatain Jablay, Intip Penampilan Super Seksi Salmafina Sunan saat Olahraga

Hoax Video Habib Rizieq Joget Bareng Penari Perut, Ini 6 Belly Dancer Top Dunia

Kendati demikian, para peneliti mengatakan, hal ini harus dikonfirmasi melalui beberapa foto tambahan lainnya untuk membuktikan apakah lampu buatan terlihat jauh lebih gelap dibandingkan pantulan sinar matahari?

Mereka mengklaim, dibutuhkan sebuah kamera khusus dan lebih canggih untuk merekam atau memotret gambar di malam hari. Pasalnya, kamera dan instrumen ilmiah hanya dapat mendeteksi kisaran kecerahan sinar matahari secara terbatas pada satu waktu, sehingga tidak memungkinkan untuk menampilkan detail di siang dan malam hari secara bersamaan.

Pada saat itu, hanya ada satu instrumen jarak jauh yang dapat digunakan untuk memetakan lampu di malam hari yakni, Pemindai Jalur Operasional Program Satelit Metereologi (DMSP).

Para ilmuwan mengumpulkan data dari satelit ini dari Oktober 1994 hingga Maret 1995 untuk membuat peta global lampu kota. Data lampu kota tidak mengandung fitur permukaan, sehingga harus dikombinasikan dengan gambar permukaan siang hari (diarsir untuk mensimulasikan tampilan malam hari) untuk membuat Bumi "sisi malam".

Gambar sisi malam ini kemudian dikombinasikan dengan gambar komposit siang hari, dengan terminator yang dihasilkan komputer untuk memisahkan keduanya. Sehingga didapatkanlah gambar unik seperti ini.

Namun, mengingat sekarang kemajuan teknologi semakin canggih, tentu para ilmuwan terutama NASA telah menciptakan alat yang lebih mutakhir.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini