Ini Pengganti Obat Kanker Usus Besar yang Tak Ditanggung JKN

Dewi Kania, Jurnalis · Kamis 21 Februari 2019 16:45 WIB
https: img.okezone.com content 2019 02 21 481 2021065 ini-pengganti-obat-kanker-usus-besar-yang-tak-ditanggung-jkn-GNxTJqsOWM.jpg Obat pengganti yang sudah di keluarkan BPJS (Foto: Thestandard)

MENTERI Kesehatan RI Prof Dr dr Nila Faried Moeloek, SpM(K) bakal mempertimbangkan keputusan barunya terkait penghapusan Bevacizumab dan Cetuximab. Salah satunya ditentukan daftar penggantian obat yang juga manjur mengobati pasien kanker usus besar.

Per 1 Maret 2019 disebutkan bahwa obat Bevacizumab dan Cetuximab tidak lagi ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Sebabnya, dua daftar obat tersebut dikeluarkan dari Formularium Nasional (Fornas) 2017.

Deputi Direksi Bidang Jaminan Pembiayaan Kesehatan Rujukan BPJS Kesehatan Budi Muhammad Arif mengungkapkan, rupanya di balik keputusan Menkes Nila yang dikeluarkan sejak 19 Desember 2018 lalu, dasarnya adalah kajian terhadap health technology assessment.

 BACA JUGA : Dikatain Jablay, Intip Penampilan Super Seksi Salmafina Sunan saat Olahraga

"Ada kaidah efektivitas pemberian obat tersebut pada pasien kanker usus besar. Juga ekonomis dalam pertimbangannya menunjukkan bahwa sudah tidak efektif lagi," ujar Budi ditemui di sela acara Kembali Ke Stovia, Jakarta Pusat, Kamis (21/2/2019).

 

(Ilustrasi obat )

Dia menambahkan, ada beberapa jenis obat pengganti yang tetap berguna untuk pasien kanker usus besar. Bukan berarti dengan berlakunya ketentuan baru atas obat ini menjadikan pasien JKN tidak mendapatkan obat lain.

Obat pengganti tersebut antara lain irinotekan, kapesitabin, dan oksaliplatin. Obat tersebut berupa injeksi yang diberikan kepada pasien sesuai dosisnya.

Meskipun di Fornas obat tersebut dihapus, Budi menyebut pasien JKN khususnya yang menderita kanker usus besar tetap mendapatkan pelayanan. Apalagi pasien JKN tetap bisa mendapatkan pelayanan gratis saat radiasi dan kemoterapi.

 BACA JUGA : Intip Tampilan Zaskia Gotix Berhijab, Bikin Adem Ngeliatnya

"Pasti selalu ada pengganti obatnya. Pasien pun tetap dapat layanan seperti sebelumnya, enggak usah khawatir," pungkas Budi.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini