nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

ASI Perah Ternyata Miliki Lebih Banyak Bakteri Jahat, Kok Bisa?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 22 Februari 2019 09:24 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 02 22 196 2021356 asi-perah-ternyata-miliki-lebih-banyak-bakteri-jahat-kok-bisa-TcT5w3jEFV.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

IBU muda yang bekerja memang mengalami banyak dilema. Ya, selain dia mesti memikirkan masalah pekerjaan di kantor, dia pun harus memompa ASI untuk kemudian diberikan ke anaknya sesampainya di rumah.

Pemikiran sederhananya, yang penting anaknya di rumah akan tetap mendapatkan ASI dari ibunya sekali pun dia bekerja. Tapi Moms, ternyata ASI hasil pompa kualitasnya tidak sama loh dengan ASI yang diberikan langsung ke anak melalui payudara.

Dikutip Okezone dari Health24, studi terbaru menunjukkan, ASI yang dipompa mungkin tidak sebaik susu yang berasal langsung dari payudara ibu. Para peneliti menemukan, ASI dari hasil pompa cenderung memiliki lebih banyak bakteri jahat dan kurang berlimpahnya bakteri baik. Hal ini berbeda dibandingkan ASI yang langsung dari payudara si ibu.

Baca Juga: Cantik Berhijab, Netizen Malah Salfok ke Payudara Pamela Safitri

Menurut peneliti senior Meghan Azad, beberapa dari studi tersebut menemukan, ASI sebenarnya mengandung banyak bakteri. Tetapi itu meninggalkan banyak pertanyaan yang belum terjawab, termasuk dari mana bakteri itu berasal? Faktor apa yang membuat ASI dari satu perempuan berbeda dari yang lain?

Azad yang merupakan asisten profesor pediatri dan kesehatan anak di University of Manitoba Kanada, mengatakan satu teori yang dipakai menjelaskan, bakteri "bermigrasi" dari saluran usus ibu ke ASI. Tetapi mungkin ada faktor-faktor lain yang mempengaruhi.

Baca Juga: Dugem dengan Kekasih Vanessa Angel, Pose Nomor 5 Anya Geraldine Bikin Pria Lemas!

 

Temuan baru ini menunjukkan cara pemberian ASI - langsung atau dengan memompa - adalah salah satu faktor yang mempengaruhi. Susu dari ibu yang dipompa cenderung lebih tinggi bakteri tertentu yang kadang-kadang dapat menyebabkan infeksi, seperti Stenotrophomonas dan Pseudomonadaceae.

Di sisi lain, ASI dari ibu yang memberikan langsung memiliki keanekaragaman bakteri baik yang lebih besar, yang umumnya dianggap lebih baik untuk tubuh si bayi. Dan biasanya mikroba ini ditemukan di dalam mulut si bayi.

Temuan itu menunjukkan, bakteri oral bayi adalah salah satu sumber mikroba yang ditemukan dalam ASI. Pertanyaan besarnya adalah, apa artinya semua itu? Belum jelas apakah cara pemberian makan memengaruhi keseimbangan bakteri dalam usus bayi atau pada akhirnya kesehatan dan perkembangannya.

Penelitian sebelumnya, menunjukkan kalau mikroba usus penting dalam perkembangan sistem kekebalan bayi. Lebih lanjut, "gangguan" pada bakteri di awal kehidupan telah dikaitkan dengan risiko alergi dan asma yang lebih tinggi.

Azad mengatakan, timnya berencana untuk melihat apakah komposisi bakteri dalam ASI juga terkait dengan risiko penyakit tersebut, serta pertumbuhan bayi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini