nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menikah Adalah Cara Terbaik Perempuan Menjadi Kaya Raya, Setuju?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 22 Februari 2019 12:00 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 02 22 196 2021412 menikah-adalah-cara-terbaik-perempuan-menjadi-kaya-raya-setuju-icAnBProjj.jpg Pernikahan (Foto: Ny post)

MENJADI kaya raya mungkin tujuan hidup sebagian orang. Dengan memiliki banyak uang, Anda bisa mendapatkan apa yang diinginkan. Nah, untuk bisa memiliki uang banyak, tentu Anda harus bekerja dengan sangat giat dan punya tekad yang kuat. Selain itu, memanfaatkan kesempatan juga dipercaya bisa menambah pundi-pundi tabungan Anda.

Beberapa perempuan mungkin masih berpikiran kalau menikah adalah cara terbaik untuk menjadi kaya. Tapi, apakah pandangan itu benar? Apakah dengan menikah hidup seorang perempuan bisa terjamin?

Dilansir Okezone dari New York Post, Jumat (22/2/2018) sebuah survei baru menemukan kalau sebagian besar perempuan mengalami 1 persen keadaan yang sulit dipahami dengan menikahi pasangan kaya.

Baca juga :

Para peneliti di University of North Carolina di Charlotte melihat pada laporan Survei Keuangan Konsumen tahun 1995 hingga 2017 untuk memeriksa pola pendapatan dilihat dari gender. Mereka melihat, rumah tangga Amerika yang merupakan bagian dari 1 persen yang berarti menghasilkan lebih dari $ 845.000 atau sekitar Rp 12 miliar per tahun, hanya 15 persen dari mereka yang membutuhkan penghasilan wanita untuk melewati ambang batas elit itu.

Dan mereka juga menemukan, hanya 5 persen perempuan di keluarga kaya menghasilkan cukup uang untuk memenuhi syarat untuk masuk ke dalam kelompok 1 persen. Sebagai gantinya, penelitian menyimpulkan, perempuan kebanyakan memasuki satu persen rumah tangga melalui pernikahan dengan mendapatkan akses dari penghasilan pasangan mereka yang kaya raya.

Para peneliti juga melihat ada kesenjangan gender di antara orang kaya yang masih terlihat hingga sekarang.

"Kita tahu, perempuan menghadapi banyak hambatan untuk mencapai posisi eksekutif dan CEO," kata Jill Yavensky, seorang profesor sosiologi di University of North Carolina dan rekan penulis penelitian. “Studi ini menunjukkan, adanya kesenjangan yang melibatkan gender. Ini meluas ke hampir semua posisi elit, bahkan wirausaha," ungkapnya.

Yavorsky dan rekan-rekannya mencatat, meskipun wanita Amerika mengejar gelar pascasarjana lebih banyak daripada pria, itu masih belum cukup untuk mencapai status 1 persen.

"Perempuan juga mengalami sejumlah hambatan masuk ke wirausaha," kata Yavorsky. “Dan begitu mereka menjadi wiraswasta atau memulai bisnis mereka sendiri, mereka mengalami hambatan berbasis gender tambahan untuk mengembangkan bisnis mereka.”

Dia melaporkan, perempuan memiliki waktu yang lebih sulit daripada laki-laki dalam hal mendapatkan pinjaman bank dan pendanaan modal ventura untuk usaha mereka.

Pakar keuangan Lynnette Khalfani-Cox mengatakan dia tidak terkejut dengan angka-angka ini. "Itu mengecewakan," tegas Khalfani-Cox, penulis "Nol Utang: Panduan Utama untuk Kebebasan Finansial".

"Saya seorang pengusaha dan saya menghasilkan ratusan ribu dolar, meskipun saya tidak cukup masuk ke dalam kelompok [1 persen], dan hanya 5 persen dari semua perempuan yang menerobos kelompok tersebut," sambungnya.

Meskipun dia mencatat, perempuan tidak sama kompetitifnya dengan pria dalam hal uang. Ya, kebanyakan perempuan tidak suka untuk berjuang mencapai kelompok kaya raya tersebut.

“Sebagian besar perempuan jauh lebih peduli tentang kompensasi yang baik untuk nilai yang mereka bawa sebagai karyawan atau pengusaha. Mereka lebih khawatir tentang memiliki cukup uang untuk membayar atap di atas kepala keluarga mereka," papar Khalfani.

Makanya, dia menyarankan untuk perempuan jika ingin kaya, dia mesti menikah dengan pria kaya raya dan ini dipercaya bisa memberikan kesempatan pada perempuan untuk bisa merasakan masuk ke dalam kelompok kaya raya.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini