nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gejala Hipertensi Ditandai Sakit Kepala Ternyata Cuma Mitos, Ini Faktanya

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Jum'at 22 Februari 2019 18:45 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 02 22 481 2021580 gejala-hipertensi-ditandai-sakit-kepala-ternyata-cuma-mitos-ini-faktanya-IfpRCpBBVy.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

Banyak orang yang berasumsi bahwa salah satu gejala hipertensi adalah timbulnya rasa pusing atau sakit di kepala. Paradigma seperti inilah yang masih dipercaya oleh sebagian besar masyarakat Indonesia.

Padahal, jika ditilik lebih lanjut, hipertensi atau tekanan darah tinggi jarang sekali menunjukkan gejala, dan pengenalannya hanya bisa melalui skrining atau saat seseorang mencari penanganan medis untuk masalah kesehatan yang tidak berkaitan.

Itulah sebabnya, penyakit yang umumnya dialami oleh orang yang sudah lanjut usia ini dikategorikan sebagai salah satu penyakit silent killer, atau penyakit yang tidak menimbulkan tanda-tanda khusus.

 Baca Juga: Ternyata Tanaman Ini Rahasia Panjang Umur Orang Jepang

Hal tersebut dibenarkan oleh dr. Adre Mayza Sp. S saat menjadi salah satu narasumber dalam press conference Indonesian Society of Hypertension di Sheraton Hotel Gandaria, Jakarta Selatan, Jumat (22/2/2019).

"Kaitan hipertensi dengan sakit kepala tidak ada kecuali karena tekanan darahnya sudah mencapai 200 lebih. Umumnya sakit kepala tidak berkaitan dengan tekanan darah, biasanya ada penyebab lain kenapa dia bisa sakit kepala," ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, pakar hipertensi Prof Dr. dr. Suhardjono, SpPD-KGH, K.Ger mengatakan bahwa persentase hipertensi yang ditandai dengan gejala sakit kepala hanya sekitar 5% dan sering disalah artikan oleh orang awam.

 Baca Juga: Hipertensi Intai Generasi Milenial, Kenali Faktor Risikonya

"Banyak orang pergi ke dokter, tapi setelah dokter bilang ia terkena hipertensi si pasien malah tidak percaya. Ia bilang tidak mungkin hipertensi karena tidak pernah mengalam sakit kepala. Ini yang sudah termindset di pikiran masyarakat kalau gejala hipertensi itu sakit kepala, padahal tidak," jelasnya.

Dari penjelasan di atas bisa ditarik kesimpulan bahwa, pandangan masyarakat terkait hipertensi ditandai dengan sakit kepala adalah keliru. “Jadi hipertensi tidak berkaitan dengan sakit kepala. Ini penting untuk disebarluaskan," tutup dr. Suhardjono.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini