nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mau Otak Anak Pintar, Jangan Lupa Beri Asupan Makanan Ini Moms

Pradita Ananda, Jurnalis · Jum'at 22 Februari 2019 22:00 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 02 22 481 2021672 mau-otak-anak-pintar-jangan-lupa-beri-asupan-makanan-ini-moms-YvoWFRDwKi.jpg Penuhi kebutuhan nutrisi untuk tumbuh kembang otak anak (Foto: Familyorganics)

Tumbuh kembang anak menjadi salah satu isu yang paling penting paling diperhatikan oleh para orangtua, termasuk otak. Orangtua mana sih yang tidak mau memiliki anak-anak berotak cerdas, mempunyai tingkat intelegensi tinggi?

Namun agar intelegensi anak bisa tinggi, sederet upaya harus dilakukan orangtua dengan maksimal. Intelegensi anak, sangat ditentukan oleh nutrisi, stimulasi, dan faktor lingkungan dalam 1000 hari pertama kehidupan (HPK). Maka, sudah menjadi kewajiban dari para orangtua untuk memastikan anak mendapatkan asupan penting dan wajib yang dibutuhkan dalam masa tumbuh kembangnya, misalnya asam lemak esensial.

Asam lemak adalah unsur pembentuk lemak, yang terbagi secara dua garis besar yakni asam lemak jenuh atau saturated fatty acid, dan asam lemak tak jenuh (unsaturated fatty acid). Asam lemak tak jenuh dibagi lagi menjadi dua, pertama ada asam lemak tak jenuh ganda atau PUFA (polyunsaturated fatty acid), dan asam lemak tak jenuh tunggal atau MUFA (monosaturated fatty acid). PUFA ini sendiri terdiri atas omega-3 dan omega-6, dan MUFA berupa omega-9.

Prof. Dr. Ir. Ahmad Sulaeman, MS, Guru Besar Bidang Keamanan Pangan dan Gizi Departemen Gizi Masyarakat dari Fakultas Ekologi Manusia Insitut Pertanian Bogor menyebutkan, asupan omega-3 ini sangat penting peranannya untuk tumbuh kembang anak, bahkan semenjak di dalam kandungan sang ibu.

“Di dalam tubuh, omega-3 (asam linolenat atau ALA) diubah menjadi EPA dan DHA. Keduanya sangat penting dalam pembentukan otak janin. Adapun omega-6 (asam linoleat/LA) diubah menjadi ARA (arachidonat),” ujar Prof. Ahmad, saat ditemui, Jumat (22/2/2019) dalam acara “Forum Ngobras Kekurangan Omega-3 Pengaruhi Intelegensia Anak” di kawasan Cikini, Jakarta Pusat.

anak makan sehat

Mengapa asupan omega-3 dikatakan begitu krusial untuk perkembangan tumbuh kembang anak? Sebab, nyatanya bukan hanya intelegensi anak yang bisa terpengaruh, namun juga faktor tumbuh kembang lainnya.

Hasil riset menemukan, bayi prematur dan mengalami pertumbuhan yang terhambat, lahir dengan defisit ARA dan DHA. Selain itu, defisit DHA otak ditemukan memengaruhi penglihatan dan juga kerkembangan kognitif pada bayi prematur dan BBLR (berat bayi lahir rendah). Di mana DHA dan ARA ini banyak terdapat pada membran sel otak dan mata.

Prof. Ahmad lebih lanjut menjelaskan, bahan kering otak terdiri atas 50-60% lemak. “DHA merepresentasikan 33 persen dari asam lemak dalam fosfolipid spesifik dari brain gray matter,” tambahnya.

Untuk asupan omega-3 untuk anak, tidak hanya bisa didapatkan dari air susu ibu (ASI) tapi dari sumber, bahan makanan lainnya. Maka dari itu dianjurkan selepas masa ASI eksklusif, untuk memasukkan makanan sumber asam lemak esensial pada MPASI (makanan pendamping ASI), khususnya omega-3 yang bisa didapat dari fortifikasi atau suplementasi. Misalnya dengan susu pertumbuhan yang difortifikasi, tempe goreng, ikan-ikanan seperti lele, lemuru, tongkol, tuna, sarden, udang, hingga minyak ikan.

Sedangkan untuk takaran ibu hamil, disarankan untuk mengonsumsi ikan dalam jumlah 340gram ikan agar kebutuhan asupan omega bisa tercukupi. Tapi ingat, dengan catatan ikan yang dikonsumsi sudah dipastikan adalah ikan yang berkualitas baik yang mana sumber tempat hidupnya sudah dipastikan aman, dan bukan pula jenis ikan atau makanan laut lainnya yang mengandung kandungan logam tinggi.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini