Sebut Atlet Negro Simpanse, Translator Ini Kena Auto Azab

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Jum'at 22 Februari 2019 14:20 WIB
https: img.okezone.com content 2019 02 22 612 2021460

SEBAGAI makhluk hidup yang paling sempurna, sudah sepantasnya seorang manusia bisa menjaga perasaan sesamanya. Pepatah yang menyatakan mulutmu harimaumu mungkin cocok disematkan pada manusia yang tidak dapat berucap maupun bertutur kata dengan baik.

Seperti wanita satu ini, yang dengan sembarangan menyebut orang berkulit hitam sebagai simpanse. Sebagaimana diketahui, setiap 3 Februari, terdapat festival marathon yang bernama “Beppu Oita Mainichi Marathon” yang diadakan di Oita Prefecure bagian dari wilayah Kyushu selatan, Jepang.

Dari event inilah permasalahan dimulai. Seorang wanita berusia 50 tahun-an yang namanya belum dipublikasikan, mengajukan diri sebagai penerjemah bagi pelari luar negeri yang diundang untuk berkompetisi.

Baca juga :

Wanita itu bekerja untuk menerjemahkan beberapa atlet dari Afrika seperti Maroko, Ethiophia, Kenya dan Afrika Selatan. Namun, semuanya berubah ketika ia menuliskan pengalamannya di dalam blog pribadinya pada 10 Februari lalu.

“Rasanya seperti berkomunikasi dengan manusia gua dan mereka adalah simpanse pemalu pada awalnya, namun sedikit demi sedikit mereka menjadi terbuka,” tulis wanita tersebut, sebagaimana dilansir Soranews24, Jumat (22/2/2019).

Tak hanya itu, wanita tersebut juga memposting video dengan menyebut para atlet tersebut sebagai simpanse lucu. Alhasil tak lama setelah postingannya tersebut beredar, ia dilaporkan ke kantor tempat ia bekerja. Sejak saat itu blognya langsung ditutup.

“Saya tidak memiliki perasaan rasisme atau niat jahat. Saya menyesali pilihan kata-kata yang tidak saya pikirkan,” sambungnya.

Tak hanya wanita tersebut, pihak kantor pun turut meminta maaf terhadap para netizen atas nama wanita tersebut.

“Postingan blog tersebut sangat tidak pantas dan kami sangat meminta maaf kepada para atlet dan semua orang yang melihatnya. Kami akan berusaha mulai sekarang untuk menekankan pentingnya tanggung jawab kepada sukarelawan kami dan mendidik mereka,” tulis pernyataan resmi kantor.

Akhirnya beberapa netizen yang geram dengan perbuatan wanita tersebut pun turut menuliskan komentarnya. Sebagian besar netizen menyayangkan kelakuan wanita itu dan mendukung penuh para atlet.

“Wow saya tidak yakin apakah wanita itu jahat atau hanya bodoh,” tulis salah satu netizen.

“Bagaimana seseorang yang sekecil ini menjadi penerjemah?” cuit netizen lainnya.

“Saya tidak mengerti bagaimana Anda bisa menyebut seseorang manusia gua atau simpanse dan tidak bermaksud jahat,” ungkap seorang netizen lain.

“Dan sekarang atlet yang diundang mungkin tidak akan kembali karena dia,” tutur netizen.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini