nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kinilow, Surganya Kerajinan Bambu di Tomohon

Subhan Sabu, Jurnalis · Senin 25 Februari 2019 11:45 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 02 25 406 2022392 kinilow-surganya-kerajinan-bambu-di-tomohon-w2sgjXgqMC.jpg Kerajinan bambu di Tomohon Sulawesi Utara (Foto:Subhan/Okezone)

SELAIN terkenal dengan destinasi wisata puncak, Kota Tomohon juga terkenal dengan destinasi wisata kerajinan bambu yang berlokasi di Jalan Raya Tomohon, Kinilow, Tomohon Utara, Kota Tomohon, Sulawesi Utara. Tempat ini tidak sulit ditemukan karena berada di pinggiran jalan raya Manado-Tomohon.

Berbagai jenis kerajinan bambu ada di sini, mulai dari topi caping bambu, kap lampu, kandang ayam, sapu lidi, sapu ijuk, tempat beras, tempat pengeraman ayam, tampah atau sosiru, peralatan makan dari bambu, kipas. Selain anyaman bambu, ada juga anyaman rotan, keramik dan gerabah.

Dari segi kualitas, sudah tidak perlu diragukan lagi, meski hanya dengan peralatan seadanya, para penganyam di sini sudah sangat terlatih. Bisnis kerajinan bambu ini sudah ada sejak puluhan tahun, bahkan dijalankan secara turun temurun mulai dari pemuda hingga orang tua.

 

Dorce Pusung (63) tahun, salah seorang pengrajin bambu saat ditemui mengatakan bahwa sudah 20 tahun menggeluti usaha kerajinan bambu. Sejak masih duduk di bangku sekolah dasar dirinya sudah belajar menganyam bambu dari orangtuanya sendiri.

"Belajar menganyam sejak dari SD, turun temurun dari orangtua," ujar Dorce Pusung.

Baca Juga:

5 Gaya Hot Anya Geraldine saat Dugem, Bikin Gerah!

Garis Terminator Pemisah Belahan Bumi Siang dan Malam, Ini Penampakannya

Harga yang ditawarkan juga tergolong murah dan beragam, tergantung jenis dan ukuran. Untuk hiasan mulai dari harga Rp10 hingga Rp50.000. Jika ingin motif yang lain bisa memesan langsung.

"Biasanya dari Hotel dan restoran sering memesan dalam jumlah banyak," kata Dorce.

Selain dari wilayah Sulawesi Utara sendiri, pembeli juga datang dari luar daerah, bahkan wisatawan mancanegara juga sering singgah untuk membeli. Wisatawan mancanegara asal Cina yang lagi booming di Manado juga sering datang membeli.

 

"Mereka hanya membeli anyaman yang kecil-kecil," ungkap Dorce.

Anyaman yang paling banyak dicari orang menurut Dorce adalah sosiru, sehari bisa sampai 10 bahkan lebih sosiru dibeli di semua kios. Kap lampu juga paling banyak dicari, terutama bila ada acara besar, bisa sampai kehabisan stok.

Setiap hari Dorce menggantungkan hidupnya dengan menganyam bambu. Dalam sebulan Dorce mengaku bisa meraup keuntungan Rp2 juta, saat dimusim ramai, keuntungan bisa mencapai Rp5 juta perbulannya.

 

Sayangnya lokasinya yang tepat di pinggiran jalan raya dan tidak adanya tempat parkir yang memadai membuat pembeli yang menggunakan kendaraan roda empat agak kesulitan untuk singgah, karena kemacetan panjang akan terjadi bila ada yang memarkirkan mobilnya, hal ini kiranya perlu mendapat perhatian dari pemerintah.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini