nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Remaja Senang Berpakaian Seksi, Orangtua Cek Lagi Cara Pengasuhan Anda

Tiara Putri, Jurnalis · Selasa 26 Februari 2019 12:44 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 02 26 196 2022945 remaja-senang-berpakaian-seksi-orangtua-cek-lagi-cara-pengasuhan-anda-6Gaxek3Vtv.jpg Alasan remaja senang berpakaian seksi (Foto:Ilustrasi/ist)

MASA remaja adalah masa pencarian jati diri bagi seorang anak. Pada masa ini, orangtua harus benar-benar memberikan perhatiannya agar anak mereka tidak terjerumus ke hal-hal negatif. Bagi sebagian orang, berpakaian seksi dan terbuka adalah hal yang tidak baik. Terlebih jika perilaku itu dilakukan oleh anak-anak yang masih remaja.

Akan tetapi, cara anak berpakaian dipengaruhi oleh pola pengasuhan orangtua. Mulai dari budaya, etika, hingga rambu-rambu berpakaian diajarkan di dalam keluarga. Sekarang ini, orangtua tidak cukup hanya dengan sekadar memberi tahu dan memberi contoh. Sebab perkembangan teknologi internet sudah sangat pesat dan memberikan pengaruh besar terhadap anak-anak saat mencari informasi.

"Contohnya keluarga Kim Kardashian dan Kylie Jenner, mereka berpakaian terbuka dan sangat terkenal. Anak-anak melihat itu sebagai contoh dari sosial media, apalagi pengikutnya jutaan. Mereka melihat Kylie Jenner menjual kosmetik yang menampilkan keseksian dan begitu laku, anak-anak melihat itu sebagai trend setter," ujar psikolog anak dan remaja, Novita Tandry, M.Psych saat dihubungi Okezone melalui sambungan telepon, Selasa (26/2/2019).

Baca Juga:

Viral Penumpang Lepas Baju dan Celana Selama Penerbangan, Begini Aksinya

100 Perempuan Pamerkan Vagina Mereka untuk Pendidikan Seksual

Menurutnya, untuk menghalau pemahaman yang salah tersebut, orangtua perlu menanamkan nilai-nilai yang sangat kuat sejak anak masih kecil sekali. Terutama di masa krusial yaitu 0-7 tahun. Pada masa itu, otak menyerap dengan sangat baik sehingga mampu membentuk perilaku dan kepribadian anak di masa depan.

"Kalau penanaman nilai aspek kehidupannya baik di masa itu, anak-anak tidak akan terpengaruh hal-hal lain seperti hal negatif. Tapi pertanyaannya sekarang, dalam proses tumbuh kembang anak selama 0-7 tahun, siapa yang isi? Kalau orangtua sibuk bekerja, anak-anak dibesarkan oleh asisten rumah tangga tanpa diajarkan nilai yang benar, besar kemungkinan anak tidak mendapatkan pemahaman yang baik," terang Novita.

Selain itu, orangtua harus waspada saat memberikan gadget yang terhubung internet kepada anak sejak kecil. Apabila sering melihat gambar orang-orang di luaran yang berpakaian minim dan seksi, maka nilai itulah yang tertanam dalam benak anak. Dengan demikian, pada saat remaja mereka berpakaian sesuai dengan yang dilihat.

"Semua karena pengetahuan, termasuk hal-hal yang dilihat, didengar, dan dirasakan oleh panca indera sejak kecil. Jika pengetahuan hal baik tidak didapatkan sedangkan malah hal-hal negatif anak ketahui, tidak menutup kemungkinan anak berpikir, 'Mengapa harus mengenakan pakaian tertutup sedangkan di luar sana yang mengenakan pakaian seksi malah terkenal dan mendapatkan uang banyak'," tutur Novita.

Di satu sisi, orangtua tidak cukup hanya sekadar menanamkan nilai-nilai kehidupan yang positif, tetapi juga harus memberikan teladan kepada anak. "Begini, mungkin ada ibu yang sudah berpakaian tertutup tapi masih suka berbohong, ngomongin orang, atau bahkan selingkuh. Hal seperti itu membuat anak berpikir hanya bajunya yang tertutup tapi kehidupannya tidak lebih baik dari orang yang bajunya terbuka. Jadi lebih baik terbuka daripada tertutup tapi hidup enggak benar," tambah Novita.

Jika anak melihat ketidaksesuaian nilai-nilai yang ditanamkan dengan perilaku orangtua, mereka bisa saja pada saat mencari proses jati diri merasa kecewa. "Jadi sebagai orangtua terutama ibu, apa yang dipikirkan, dirasakan, dan dikeluarkan dari mulut harus satu garis lurus dengan perilaku. Kalau tidak, anak gampang terpengaruh. Sebaliknya, kalau nilai yang diberikan sudah baik dan adanya teladan dari orangtua, anak menjadi lebih kuat, lebih kokoh untuk tidak terpengaruh hal-hal negatif," pungkas Novita.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini