Benarkah Anak-anak yang Suka Berpakaian Terbuka Akan Berperilaku Negatif?

Tiara Putri, Jurnalis · Selasa 26 Februari 2019 16:40 WIB
https: img.okezone.com content 2019 02 26 196 2023039 benarkah-anak-anak-yang-suka-berpakaian-terbuka-akan-berperilaku-negatif-fImDtAihYL.jpg Ilustrasi (Foto: Quora)

TAK sedikit orangtua yang khawatir melihat remaja perempuan berpakaian seksi. Bisa dilihat beberapa waktu lalu muncul petisi dari seorang ibu bernama Maimon Herawati yang meminta iklan BLACKPINK di layar kaca dicekal. Alasannya karena pakaian girlband asal Korea itu dinilai terlalu terbuka dan dapat memberikan dampak negatif.

Lantas, apakah anak-anak yang senang mengenakan pakaian seksi otomatis terjerumus ke dalam pergaulan yang salah? Okezone mencoba mencari jawabannya kepada psikolog klinis, Liza M. Djaprie.

“Kita enggak bisa memukul rata dan menggeneralisir seperti itu bila ada anak yang mengenakan pakaian terbuka. Belum tentu mereka akan berperilaku negatif. Bisa saja anak-anak tersebut memiliki concern atau ketakutan sendiri dengan hal negatif seperti narkoba dan seks bebas, jadi mereka enggak berani aneh-aneh,” tutur Liza saat dihubungi Okezone melalui sambungan telepon, Selasa (26/2/2019).

 Baca Juga: 10 Wanita dengan IQ Tertinggi, Lebih Jenius dari Albert Einstein?

Menurut Liza, ketika melihat anak-anak yang senang mengenakan pakaian seksi, harus dilihat kembali lingkungan tempat anak itu dididik dan dibesarkan. Mulai dari keluarga, sekolah, hingga masyarakat. Sebab lingkungan turut memengaruhi perilaku anak tersebut.

“Jangan-jangan buat orangtuanya sendiri oke-oke saja melihat anaknya berpakaian seperti itu, tidak masalah. Mungkin juga lingkungan rumahnya masih menolerir anaknya mengenakan pakaian terbuka, tapi untuk narkoba dan lain-lain tidak diterima jadi anak tersebut tidak berperilaku negatif,” terang Liza.

 Baca Juga: Dikabarkan Menikah Besok, Intip Lagi Kulineran Manja Inces Syahrini

Meskipun demikian, Liza mengatakan orangtua tetap harus mengingatkan anak-anaknya tentang cara berpakaian. Sebab tak bisa dipungkiri, masyarakat Indonesia masih memiliki pakem-pakem atau nilai-nilai mengenai busana yang sebaiknya dikenakan. Masih banyak masyarakat yang belum menerima bila seseorang mengenakan busana terbuka.

“Anak dan remaja itu kayak layang-layang saja, kalau tidak ada yang mengarahkan ya suka-suka angin membawa ke mana. Namanya remaja, mereka masih proses pencarian jati diri dan suka meniru role model yang dijadikan sebagai idola. Belum lagi di era sekarang ini di mana kita diberi kemudahan dengan akses internet sehingga informasi bisa banyak didapatkan termasuk dalam hal fashion. Jadi orangtua harus lebih banyak berdiskusi dan mengobrol dengan anak,” pungkas Liza.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini