nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

6 Hoax Paling Umum soal Penyakit Jantung, Jangan Sampai Terjebak!

Agregasi Hellosehat.com, Jurnalis · Selasa 26 Februari 2019 09:21 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 02 26 481 2022829

ADA banyak hoax dan mitos yang seliweran tentang kesehatan jantung. Satu yang paling populer adalah ini: “penyakit jantung adalah penyakitnya kakek-nenek, anak muda enggak mungkin kena”. Padahal kenyataannya tak selalu demikian.

Oleh karena itu, ada baiknya Anda berhati-hati dengan apa yang Anda dengar dan baca, dan lebih bijak memilah-milih mana informasi yang benar tentang kesehatan jantung dan mana yang diasumsi sembarang rupa. Berikut ini, enam mitos paling umum seputar kesehatan jantung yang terbukti salah oleh dunia medis.

Baca Juga: 5 Potret Seksi Pacar Mike Lewis, Janisa Pradja yang Bikin Panas Dingin

1. Mitosnya, usia muda tidak akan terkena penyakit jantung

Faktanya, serangan jantung bisa terjadi di usia berapapun. Kondisi ini juga dipengaruhi oleh bagaimana gaya hidup yang Anda jalani. Umumnya, kondisi yang tidak disadari ini berawal pada masa remaja dan kanak-kanak, di mana kumpulan lemak bisa menggumpal dan menempel pada arteri sampai terjadi adanya penyumbatan.

Satu dari 3 orang yang terkena penyakit jantung tidak semuanya lansia, melainkan ada yang berada dalam usia produktif. Tidak dipungkiri juga anak muda dan orang dewasa bisa berisiko penyakit jantung. Terlebih, jika mereka memiliki masalah dasar seperti obesitas atau diabetes tipe 2.


2. Mitosnya, penyakit jantung hanya bisa diketahui kalau Anda punya tekanan darah tinggi

Faktanya, tekanan tinggi sering disebut sebagai “silent killer”. Pasalnya, Anda biasanya tidak mengetahui kalau tekanan darah dalam tubuh Anda tinggi. Kemungkinan, Anda juga tidak selalu mengalami tekanan darah yang tinggi saja sebagai tanda-tanda terkena penyakit jantung.

Cara untuk mengetahui apakah Anda memiliki risiko penyakit jantung atau tidak, yaitu dengan rajin memeriksakan tekanan darah, kolesterol dan gula darah tubuh secara berkala. Perlu diingat, kalau pengobatan tekanan darah tinggi sejak dini sangat penting. Karenanya bila tidak diobati, hal itu bisa berlanjut pada masalah kesehatan seperti serangan jantung, stroke, dan bahkan ginjal.

Baca Juga: 100 Perempuan Pamerkan Vagina Mereka untuk Pendidikan Seksual


3. Mitosnya, nyeri pada dada merupakan tanda pasti terkena serangan jantung

Faktanya, belum tentu benar demikian. Meskipun biasanya serangan jantung memiliki gejala nyeri atau sakit pada dada, serangan jantung juga dapat memiliki gejala lainnya. Contohnya antara lain, termasuk sesak napas, mual, merasa pusing, dan nyeri atau ketidaknyamanan pada salah satu atau kedua lengan, rahang, leher atau punggung.

4. Mitosnya, sakit jantung hanya bisa terjadi pada orang yang punya riwayat serupa

Faktanya, tidak hanya orang yang punya riwayat keluarga dengan penyakit jantung saja yang bisa terkena. Meskipun keluarga Anda tidak memiliki riwayat serupa, Anda tetap berisiko terkena.

Dan yang perlu Anda lakukan untuk mencegahnya adalah dengan melakukan pola hidup yang sehat. Antara lain dengan menjaga kadar kolesterol tetap sehat, menjaga tekanan darah yang seimbang, menjaga berat badan yang sehat dan tidak merokok.

5. Mitosnya, memeriksa kadar kolesterol bisa dilakukan di waktu usia lanjut nanti

Faktanya, American Heart Association merekomendasikan Anda agar mulai memeriksakan diri, khususnya kadar kolesterol setiap 5 tahun sekali dan dimulai sejak usia 20 tahun.

Tapi, ada baiknya juga Anda memeriksakan kadar kolesterol jika memiliki riwayat keluarga penyakit jantung. Karenanya, bila Anda memiliki riwayat keluarga penyakit jantung, Anda memiliki risiko lebih tinggi dibanding yang tidak.

6. Mitosnya, gagal jantung artinya jantung telah berhenti berdetak

Jantung yang tiba-tiba berhenti berdetak saat terkena serangan jantung, bukan berarti menandakan Anda terkena gagal jantung. Saat gagal jantung, jantung terus bekerja, tapi tidak memompa darah sebaik seharusnya.

Hal ini dapat menyebabkan sesak napas, bengkak pada kaki dan pergelangan kaki atau batuk terus-menerus. Ketika Anda mengalami serangan jantung, Anda bisa kehilangan kesadaran dan berhenti bernapas hingga menyebabkan kematian.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini