nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

BPJS Kesehatan Buka-bukaan Data Sampel Masyarakat

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Selasa 26 Februari 2019 10:38 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 02 26 481 2022864 bpjs-kesehatan-buka-bukaan-data-sampel-masyarakat-rpjgP99H6v.jpg BPJS Kesehatan. (Foto: Okezone)

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan resmi meluncurkan data sampel kesehatan. Kebijakan ini bertujuan untuk memudahkan akses data bagi masyarakat Indonesia, khususnya para akademisi maupun peneliti yang hendak melakukan penelitian lebih lanjut.

Dalam data sampel tersebut, disajikan 111 variabel yang bisa diolah, yang terdiri atas 15 variabel kepesertaan, 23 variabel pelayanan kapitasi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), 20 variabel pelayanan non-kapitasi FKTP, dan 53 variabel pelayanan Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) yang saling terhubung melalui variabel nomor kartu peserta.

Proses penyusunan data sampel harus melewati sejumlah tahap. Data mentah dipisah menjadi 3 kelompok berdasarkan pemanfaatan pelayanan kesehatan, yaitu peserta yang belum pernah mendapatkan pelayanan kesehatan, peserta yang sudah pernah mendapat pelayanan kesehatan di FKTP, dan peserta yang sudah pernah mendapat pelayanan kesehatan di FKRTL.

Baca Juga: 100 Perempuan Pamerkan Vagina Mereka untuk Pendidikan Seksual

Selanjutnya, dari setiap kelompok tersebut diambil secara acak 10 keluarga dan setiap anggota keluarga dihitung bobotnya. Berdasarkan sampel data kepesertaan ini, diambillah sampel data pelayanan kesehatan di FKTP dan FKRTL.

"Proses pengambilan data sampel ini dilakukan bersama statistisi, sehingga bisa menghasilkan akurasi yang baik. Seluruh masyarakat nantinya bisa mengakses data sampel ini,” kata Fachmi Idris, Direktur Utama BPJS Kesehatan.

Nah, untuk mengakses data sampel, masyarakat dapat mengajukan permohonan kepada Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) BPJS Kesehatan dengan melampirkan surat pengantar dari instansi, formulir permohonan informasi publik, pakta integritas, proposal penelitian, dan salinan (fotocopy) identitas diri seperti KTP.

Baca Juga: Hadir Tanpa Celana Dalam, Kendall Jenner Hebohkan Oscars Party

Kemudian, BPJS Kesehatan akan memverifikasi berkas permohonan tersebut. Jika lengkap, PPID BPJS Kesehatan akan menyerahkan data sampel kepada pemohon. Fachmi menuturkan, manajemen data di BPJS Kesehatan sendiri sudah berlangsung cukup lama, bahkan dimulai pada tahun 2013 sebelum BPJS Kesehatan beroperasi.

Seiring berjalannya waktu, BPJS Kesehatan melakukan pengembangan manajemen data (termasuk data riset), pengembangan business intelligence, pelaksanaan fungsi dan tugas PPID, hingga akhirnya merilis data sampel di tahun 2019 ini.

“Data sampel BPJS Kesehatan masih akan terus dikembangkan sejalan dengan pertumbuhan peserta dan perkembangan pelayanan kesehatan.Oleh karena itu, kami butuh masukan dari berbagai pihak, baik dari akademisi, peneliti, maupun khalayak lainnya untuk menyempurnakan kualitas data sampel ini,” tutup Fachmi.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini