17 Kali Aborsi, Lihat Apa yang Terjadi pada Wanita Ini

Nur Anisa Putri, Jurnalis · Selasa 26 Februari 2019 17:15 WIB
https: img.okezone.com content 2019 02 26 481 2023007 17-kali-aborsi-lihat-apa-yang-terjadi-pada-wanita-ini-dfQKckTPvi.jpg 17 kali aborsi perempuan ini kena batunya (Foto: Shutterstock)

ABORSI biasanya dilakukan karena hubungan di luar pernikahan, masalah ekonomi, ataupun masalah kesehatan ibu. Apapun alasannya, setelah melakukan aborsi wanita pasti mengalami perubahan tak hanya segi psikis namun juga secara fisik. Usaha yang gagal untuk menjaga kandungan seperti melakukan aborsi dapat menyebabkan kerusakan permanen pada rahim.

Seperti seorang wanita berusia 27 tahun yang mengaku telah melakukan 17 aborsi dalam 6  tahun mungkin tidak akan pernah dapat memiliki anak lagi karena kerusakan parah pada rahimnya.

Dokter yang bernama Xiao Ju, mengatakan kalau pasien tersebut menjalani prosedur pertamanya di rumah sakit di Provinsi Hubei, Cina Tengah pada usia 21 tahun. Sejak itu tahun yang sama dia mulai berkencan dengan pacarnya. Karena kehamilan yang tak diinginkan, ia telah menjalani rata-rata 3 kali aborsi dalam setahun.

 BACA JUGA : Remaja Senang Berpakaian Seksi, Orangtua Cek Lagi Cara Pengasuhan Anda

Zhao Qin, kepala ginekologi di Rumah Sakit Perawatan Bersalin dan Kesehatan Anak Shiyan, mengatakan dia telah memohon kepada wanita hamil itu untuk menjaga anaknya karena itu mungkin merupakan kesempatan terakhirnya menjadi ibu. Kisah ini diterbitkan di Shiyan Evening News.

Dokter Zhao mengatakan kalau Rahim wanita itu sangat tipis, seperti selembar kertas, karena seringnya aborsi yang dia lakukan. 

"Rahimnya juga sangat terluka," imbuhnya, dikutip dari Thesun, Selasa (26/2/2019).

 

(ilustrasi bayi)

Zhao rupanya mendorong pasiennya untuk menjaga anaknya, dengan menjelaskan kalau dia kemungkinan akan sangat sulit untuk hamil lagi jika melakukan aborsi lagi.

Lapisan endometrium yang tipis selaput yang melapisi rahim dapat menyebabkan keguguran berulang, dan karenanya kesulitan mencapai kehamilan tahap akhir. Pasangan menikah sekarang diizinkan secara hukum untuk memiliki dua anak di Cina, pemerintah memberlakukan kebijakan nol anak untuk wanita yang belum menikah, semua kelahiran dari yang tidak menikah tidak dihitung.

BACA JUGA : Ingin Operasi Kanker yang Canggih? Siapkan Uang Rp40 Miliar

Peraturan di sejumlah provinsi Cina secara eksplisit menyatakan bahwa perempuan yang melanggar kebijakan harus mengakhiri kehamilan mereka. Jika mereka memiliki anak di luar nikah, mereka tidak dapat menerima tunjangan anak termasuk kesehatan, perumahan dan pendidikan, kecuali mereka membayar denda yang cukup besar.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini