nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ini Alasan Parfum Tak Boleh Dibawa ke Konser dan Stadion

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Selasa 26 Februari 2019 18:00 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 02 26 612 2023051 ini-alasan-parfum-tak-boleh-dibawa-ke-konser-dan-stadion-MPhxupKl1e.jpg Ilustrasi (Foto: Independent)

Festival musik hutan yang pekan lalu baru saja digelar di Orchid Forest, Cikole, Lembang, Jawa Barat, menuai kritikan tajam dari para pengunjung dan masyarakat Indonesia.

Sebagian besar dari mereka mengklaim bahwa, venue atau tempat konser yang digunakan terlalu kecil sehingga memicu kekacauan lainnya. Mulai dari antrian panjang di area makanan, akses untuk pindah ke stage lainnya pun menjadi lebih susah, sound panggung yang tidak terdengar jelas, dan keluhan lainnya.

Namun, berdasarkan hasil pantauan Okezone di media sosial, ada satu hal menarik yang dilontarkan para pengunjung Lalala Fest, yaitu larangan membawa parfum. Panitia konser ternyata menyita seluruh parfum pengunjung sebelum mereka diperbolehkan memasuki area konser.

"Parfum gw disita eh dibelakang gw ada yang nyemprot parfum. Ini panitianya pilih kasih apa gimana ya?? Hahaha," tulis seorang netizen dengan user Instagram, @mirnadevani.

parfum

Jika Okezoners sudah terbiasa mengunjungi konser-konser musik berskala nasional maupun internasional, tentu sudah paham betul dengan kebijakan tersebut. Tidak hanya itu, beberapa waktu lalu, para pendukung Persija yang hendak menyaksikan klub kesayangannya bertanding secara langsung pun dilarang untuk membawa parfum ke dalam stadion.

Melansir dari sejumlah sumber, Selasa (26/2/2019), salah satu alasannya karena pada botol parfum terdapat kandungan alkohol. Bila disalahgunakan atau terjadi sebuah kecelakaan tak terduga, hingga memecah botol dan terkena api, maka bisa menimbulkan ledakan yang hebat dan kebakaran.

Alasan ini cukup masuk akal, mengingat lokasi Lalala Fest sendiri berada di area hutan, dan dipenuhi oleh ribuan penonton.

Sementara itu, menurut sebuah penelitian yang dikutip dari "The Case Against Fragrance" hasil karya Kate Grenville, sebanyak satu dari tiga orang cenderung mengalami gejala seperti sakit kepala, asma, dan ruam karena sensitivitas mereka terhadap wewangian.

pakai parfum

Sebuah studi terpisah pada 2014 lalu juga menemukan bahwa tiga perempat wanita dengan migrain disebabkan oleh aroma parfum yang sangat menyengat. Menariknya, baru-baru ini seorang dosen senior farmakologi di University of Adelaide menemukan bahwa, minyak esensial alami yang merupakan bahan dasar untuk membuat parfum, ternyata memiliki efek racun yang dapat memengaruhi sistem kekebalan tubuh.

Fakta tersebut mendorong Grenville untuk menyelidiki lebih lanjut tentang efek samping dari aroma buatan (parfum) terhadap kesehatan. Dan, yang paling mengejutkannya ketika sedang melakukan penelitian untuk buku terbaru itu adalah hampir semua parum dan wewangian modern dibuat menggunakan bahan kimia buatan, katanya kepada The Guardian.

Pabrik parfum bahkan sudah jarang mendeklarakasikan bahan-bahan yang mereka gunakan karena dianggap rahasia dagang. Padahal, tak sedikit di antara bahan-bahan tersebut yang dapat memicu alergi, seperti bersin-bersin.

"Reaksi ini mungkin terlihat konyol, tetapi itu adalah masalah kesehatan. Banyak orang yang bereaksi keras terhadap aroma atau bau yang kuat," tutur Grenville.

Pendapat yang sama juga diutarakan oleh Dr Stanley Caress, seorang profesor di jurusan lingkungan dari University of West Georgia. Kepada MyHealthNewsDaily.com ia mengatakan,

"Orang yang menderita asma, sebagian besar dari mereka peka secara kimia. Oleh karena itu, produk-produk parfum atau wewangian sangat menjengkelakan mereka. Semua orang tahu, sebagian besar produk parfum komersial, bahkan penyegar udara, dibuat dari bahan-bahan kimia yang dapat memicu iritasi pernapasan," ungkap Stanley.

Dari pemaparan para ahli diatas, setidaknya kita sudah memiliki sedikit gambaran alasan parfum dilarang dibawa ke dalam area konser maupun pertandingan sepakbola. Semuanya tidak terlepas untuk menjaga kenyamanan dan keamanan para penonton.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini