'Kabur' dari Hoax, Bisakah Hanya dengan Uninstall Medsos?

Dewi Kania, Jurnalis · Rabu 27 Februari 2019 04:38 WIB
https: img.okezone.com content 2019 02 26 612 2023152 kabur-dari-hoax-bisakah-hanya-dengan-uninstall-medsos-hpTiE4ydMv.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

MENJELANG Pemilihan Presiden pada 17 April ini, dikhawatirkan pesebaran hoax akan semakin marak dan masif. Lantas, apa yang harus kita lakukan untuk mencegah persebaran hoax? Apakah kita harus menguninstall semua sosmed agar tidak terpapar hoax?

Menjawab hal tersebut, Kaprodi Vokasi Komunikasi Universitas Indonesia (UI) Dr. Devie Rahmawati menyebut dengan mengunistall semua Sosmed tidak menjamin kita terpapar hoax.

Memang, fenomena persebaran hoax ini tidak terlepas dari cepatnya arus informasi. Akibatnya, banyak orang sulit membedakan berita sungguhan dengan hoax, tidak peduli tingkat pendidikannya.

Baca Juga:  Dari Lady Diana hingga Ratu Elizabeth, Ini 5 Keluarga Kerajaan yang Pernah Tampil Syar i

"Karena di Amerika saja, berdasarkan studinya orang di sana, bingung membedakan iklan dengan berita, belum ngumumin berita hoax," tutur dia kala dihubungi Okezone.

"Nah, dari percobaan itu, yang levelnya kuliah saja masih sangat mungkin belum punya kemampuan literasi digital yang kuat, untuk membedakan infomasi berita atau iklan, benar atau bohong," tambah dia.

Dia melanjutkan, hasil penelitian juga menyebut bahwa orang yang lebih mudah terpapar berita hoaks itu adalah meraka yang lebih senior. Hal ini lantaran karena mereka belum terbiasa dengan arus infomasi yang cepat, dan sulit untuk melakukan cek dan ricek. "Mereka juga lebih lamban untuk berselancar di Medsos, karena mereka baru mengenal teknologi digital," katanya.

"Kalau anak muda mereka lebh mudah mengeceknya, tinggal copas ke Google untuk mengecek. Kalau orang yang lebih senior, yang baru mengenal digital, mereka akselerasinya lebih lambat, sementara infomasinya sudah terlalu banyak yang masuk. Jadi akselerasi lambat dan lemah," jelas dia.

Baca Juga: Viral Penumpang Lepas Baju dan Celana Selama Penerbangan, Begini Aksinya

Oleh karenanya, dia pun menyarankan adanya gerakan serius yang dilakukan oleh orang-orang yang memang concern dengan hoax. Dengan demikian, jika ada sebuah berita dalam WA grup, Anda berani menjadi orang mempertanyakan.

"Karena manusia basicnya egosi dan takut kalau salah atau sendirian, ketika ada orang bertanya seperti itu, dia akan berpikir memang ini salah ya? Lalu dia akan menahan diri untuk menyebarkan lebih lanjut," tukasnya.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini