nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jember Fashion Carnaval 2019 Usung Tema Keagungan Berbagai Suku Bangsa

Utami Evi Riyani, Jurnalis · Rabu 27 Februari 2019 22:28 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 02 27 406 2023731 jember-fashion-carnaval-2019-usung-tema-keagungan-berbagai-suku-bangsa-rsBWj4HaGQ.jfif Launching Jember Fashion Carnaval 2019 di Jakarta (Foto: Kemenpar)

Menyusul ditetapkannya Jember Fashion Carnaval (JFC) sebagai karnaval peringkat pertama yang terbaik di Asia dan terbaik ketiga di dunia, tahun ini ada yang berbeda dari gelaran ini. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, JFC ke-18 yang akan digelar pada 31 Juli-4 Agustus mendatang ini mengusung tema "Tribal Grandeur" atau Keagungan Suku-Suku Bangsa.

Presiden JFC, Dynand Fariz mengatakan, tema ini diambil untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Jember bisa menjadi kota karnaval dunia. Ia menambahkan, JFC tahun ini akan diikuti oleh 6.000 peserta dan disaksikan ratusan ribu penonton.

"Saya akan menjadikan Jember sebagai kota karnaval dunia. Lima tahun ke depan harus bisa digelar live dunia," ujar Dynand dalam Launching JFC 2019 di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat, Selasa, 26 Februari 2019.

 Baca Juga: Soal Wisata Halal di Bali, Menpar Arief Yahya: Tak Perlu!

Dalam JFC 2019, ada 8 tema rancangan yang akan ditampilkan. Mulai dari suku bangsa Aztec (Meksiko), Mongol (Mongolia), Zulu (Afrika Selatan), Viking (Norwegia), Karen (Thailand), Polynesia, dan Indonesia yang diwakili suku Minahasa (Sulawesi Utara) dan Hudoq (Kalimantan Timur).

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan penyelenggaraan JFC sangat menginspirasi banyak karnaval di Tanah Air. Apalagi setelah menduduki peringkat pertama sebagai karnaval terbaik di Asia dan terbaik ketiga di dunia setelah Rio de Janeiro Carnival di Brasil dan Pasadena Flower Carnival di Los Angeles, Amerika Serikat.

 

“JFC sudah tiga kali berturut-turut masuk dalam Top 10 dari 100 Calender of Event (CoE) Nasional. Semua yang bagus-bagus ada di JFC. Saya harap JFC bisa jadi standar penyelenggaran event di Indonesia,” kata Arief Yahya.

 Baca Juga: Potret Serunya Liburan Princess Syahrini yang Cetar Membahana

Ia juga berpesan agar Jember Fashion Carnival 2019 dan event-event serupa lainnya terlihat fotogenic. Sebab, peran media sosial dan digital dapat memberikan nilai promosi yang bagus untuk event tersebut.

 

"Semua event yang dilaksanakan harus camera-genic. Harus bagus diambil, karena media value dari acara itu sangat besar," ucapnya.

Wakil Bupati Jember, A. Muqit Arief juga mengapresiasi JFC sebagai karnaval yang mampu bersaing dengan karnaval dari berbagai dunia. Menurutnya, JFC bukan sekadar atraksi budaya semata.

"Keberadaan JFC bukan lagi festival budaya dan seni saja. Tetapi betul-betul dirasakan kehadirannya bagi masyarakat, sangat bermanfaat dan memberikan kontribusi jelas dalam pendapatan masyarakat," tandas Muqit Arief.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini