nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bermasalah dengan Kulit Wajah, Konsultasi ke Dokter Kulit atau Kecantikan?

Dinno Baskoro, Jurnalis · Rabu 27 Februari 2019 20:45 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 02 27 611 2023688 bermasalah-dengan-kulit-wajah-konsultasi-ke-dokter-kulit-atau-kecantikan-3LLBskHAuK.jpg Masalah kulit wajah harus konsultasi kemana? (Foto: Mirror)

MERAWAT kulit tentu sama pentingnya dengan merawat organ tubuh yang lainnya. Jika muncul keluhan terkait gangguan kulit terutama pada bagian wajah, agar kondisinya tidak semakin parah, kemana harus berkonsultasi?

Tersedianya dokter kecantikan dan dokter kulit terkadang membuat orang bingung ke mana akan memeriksa gangguan kulit yang dialami. Apa perbedaan antara dokter kecantikan dan kulit?

Seperti dituturkan dokter spesialis bedah plastik rekonstruksi estetik, Laurentius Ariawan, dokter kulit umumnya harus kembali menjalani sekolah spesialis sekira 5 tahun. Jelas, hal tersebut untuk lebih mendalami seluk-beluk permasalahan kulit, penyakit serta cara pengobatannya.

 BACA JUGA : Mengenal Kakak Kandung Reino Barack yang Menikah dengan Sutradara Gareth Evans

Bagaimana dengan dokter kecantikan? Menurutnya, dokter kecantikan masih terbilang dokter umum. Namun dengan mengikuti kursus saja sudah cukup, sebab yang dikerjakan memang sesuai dengan ilmu yang dikursuskan.

"Misalnya penggunaan laser, pengencangan wajah, suntik botox, dan lainnya. Tapi tentang kewenangan seorang dokter boleh atau tidak melakukan hal tersebut, sudah diatur dalam aturan IDI (Ikatan Dokter Indonesia). Hal ini harus dipatuhi setiap dokter sesuai kompetensinya," ucapnya kepada Okezone, belum lama ini.

 

Pendidikan dokter spesialis kulit dan kecantikan

Dokter kecantikan cukup seperti mengikuti kursus-kursus. Kadang di endorse oleh produsen alat atau obat kecantikan tersebut. Kadang bisa (pendidikan) sampai ke luar negeri. Jadi, sangat tergantung individual.

Kalau pintar dan berbakat maka bisa menjadi dokter yang pintar karena belajar secara autodidak. Yang penting punya keahlian bisa membuat orang lebih cantik.

Dokter kulit?

Ia harus mengikuti program studi kuliah lebih-kurang 5 tahun intensif setiap hari. Selain teori, ada praktek yang berhubungan langsung dengan pasien. Jadi, lebih mengetahui seluk-beluk yang berhubungan dengan kulit.

Ada pula bagian pendidikannya tentang kecantikan atau obat yang dipakai untuk membuat orang terlihat lebih cantik dan kulit sehat. Mereka mendalami efek, jenis obat kulit dan komplikasi dari obat kulit yang dipakainya. Ilmunya lebih dalam dan bisa ditentukan sendiri tingkatnya.

Bagaimana istilah 'ahli kecantikan' yang familiar di masyarakat?

 

Siapa saja bisa menjadi ahli kecantikan. Tak perlu titel dokter, suster atau bahkan beautican. Orang awam yang berminat di dunia kecantikan bahkan bisa menyebut dirinya ahli.

"Mengapa demikian? Sementara kata 'ahli' juga tidak ada parameter yang mengukurnya. Bisa karena menyebut diri sendiri atau karena ikut kursus kecantikan hingga mendapat sertifikat resmi yang diakui dan menyebut dirinya seorang ahli," paparnya.

 BACA JUGA : Terdapat Lebih dari 7000 Penyakit Langka, Waspadai Ciri-cirinya

Seberapa penting seseorang harus ke dokter kulit?

Untuk kasus yang lebih kompleks atau sulit, seharusnya ke dokter kulit. Kalau cuma mau kulit lebih mulus, atau masalah kecantikan ringan misalnya jerawat, kulit terbakar, bopeng akibat bekas jerawat dan lainnya bisa konsultasi ke dokter kecantikan dahulu.

Kalau dapat kasus mudah, semua bisa ditangani. Tapi jika kondisinya terlanjur parah, bisa dirujuk ke dokter kecantikan yang sudah memiliki gelar dokter kulit. Sebab dokter kecantikan yang ahli setidaknya harus memiliki gelar dokter umum dan kulit (spesialis), karena keduanya sama-sama berhubungan dengan kecantikan.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini