nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Daftar Kota Alternatif di Eropa yang Tak Kalah Memesona

Advertorial, Jurnalis · Kamis 28 Februari 2019 17:18 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 02 28 12 2024089 daftar-kota-alternatif-di-eropa-yang-tak-kalah-memesona-jA6eLXH0Tf.jpg Foto: Ist

SAAT kamu traveling ketempat-tempat popular kemungkinan kamu harus berdesak-desakan dengan turis lainnya sangat besar. Apalagi kalau kamu datang pada musim terbaik, misalnya saat musim panas di Eropa. Tapi kamu tak perlu khawatir karena umumnya, kota-kota destinasi popular tersebut punya alternatif yang lebih sepi.

Meskipun tak 100 persen sama, kota alternatif tersebut masih memberikan pengalaman traveling yang tak serupa dengan kota popular lainnya. Kalau kamu mau ke Eropa, dicatat ya kota-kota anti mainstream yang bias kamu kunjungin.

1. Dari pada berdesakan di Barcelona mampir saja ke Tarragona

Barcelona merupakan salah satu kota wajib dikunjungi para turis yang menjelajah Eropa. Kecantikan La Sagrada Familia menjadi magnet bagi siapa saja. Budaya yang ada di ibukota Catalan ini memang memanjakan pendatang mulai dari makanan, arsitektur, seni, musik, dan masih banyak yang lainnya.

Karena semua tawaran tersebut, pada 2017, terdapat 32 juta turis yang mengunjungi kota tersebut. Padahal jumlah penduduknya cuma 1,6 juta jiwa. Ada kekhawatiran budaya khas dan gaya hidup penduduk setempat bias terkikis karena lebih banyak mengakomodir kebutuhan turis.

Jika kamu lebih menyukai tempat yang memungkinkan kamu berinteraksi lebih sering dengan orang lokal, lupakan Barcelona dan beralihlah keTerragona yang bisa memuaskan para pecinta sejarah. Buat para foodie bolehlah mengunjungi Girona. Sementara di Cala Estreta kamu bias menikmati pantai sambil ditemani hangatnya sinar matahari.

2. Amsterdam, No! Harleem, Yes!

Ibukota Belanda ini setidaknya menerima 15 juta pengunjung sepanjang 2017. Padahal luas kota yang satu ini Cuma separuh Jakarta, loh. Pesona kota yang satu ini memang tak ada duanya sih, pasti kamu tertarik melihat kanal-kanal yang ada di tengah kota, pun melihat budaya bersepeda di negeri ini membuat kamu terpukau.

Saking banyaknya pelancong, pemerintah kota tidak akan memberikan izin pendirian toko yang bertujuan melayani turis. Hal tersebut juga seiring memenuhi keinginan warga yang menolak tempat tinggal mereka diperlakukan semacam theme park oleh para turis.

Agar tak terjebak dalam situasi tak mengenakan di Amsterdam, kamu bisa mengunjungi kota yang tak kalah memesona yaitu Haarlem yang berjarak cuma 15 menit berkereta dari ibukota. Kota yang satu ini juga terkenal akan kanalnya, loh. Kamu bisa menyusuri kanal dengan perahu sambil melihat-lihat pemandangan seperti monument bersejarah. Opsi kota lain yang bisa kamu kunjungi adalah Utrecht dan Leiden.

3. Tak diharapkan di Venesia, Treviso menantimu

Venesia merupakan salah satu kota di dunia yang memiliki tata ruang yang unik. Kota yang terletak di utara Italia ini dibangun di atas 118 pulau-pulau kecil yang dipisahkan oleh laguna-laguna dangkal. Untuk menghubungkan pulau-pulau yang ada maka dibangunlah jembatan antar pulau. Tak hanya itu, gondola pun menjadi moda transportasi untuk melintasi kanal-kanal di seluruh kota.

Keunikan kota tersebut telah mengundang banyak turis untuk menikmatinya. Akibatnya para penduduk menjadi jengah dan justru pada akhirnya mereka melakukan kampanye de tourism untuk menekan laju industri pariwisata.

Supaya kamu tidak merasa tidak diterima di Venesia, sebaliknya Treviso akan menerima mu dengan senang hati. Kota yang satu ini kalah pamor disbanding Venesia, padahal Treviso punya kanal yang menarik juga, lho.

4. Perancis tak hanya Paris masih ada Lille

Menyebut nama Perancis pasti terbayang kecantikan instalasi kesenian, industri fashion yang memukau, dan makanan yang ciamik. Dari sekian banyak kota yang ada di negara ini, Parislah yang paling sering dikunjungi turis. Tercatat pada 2017 terdapat 40 juta pengunjung yang datang ke ibukota Perancis tersebut. Ya, pasti dong, turis-turis itu ingin melihat betapa kokohnya menara Eiffel.

Tapi, hey! Perancis bukan hanya Paris, loh. Coba deh main ke Lille. Kota yang terletak di ujung utara Perancis dan berbatasan dengan Belgia ini asik sekali dieksplorasi. Kota yang ramah pejalan kaki ini punya kawasan kota tua yang penuh dengan sejumlah toko, restauran, bangunan bersejarah yang berusia ratusan tahun.

Buat pecinta seni maka harus memasukan kunjungan ke The Palais des Beaux Arts atau Fine Arts Museum yang memiliki banyak koleksi dari abad 17 hingga 19. Saking pentingnya koleksi yang dipunya, museum ini dinobatkan museum terbaik nomor dua di Perancis setelah Louvre.

5. Bye Berlin, Hai Leipzig!

Tak ada yang lebih menyenangkan dibandingkan kebebasan berekspresi. Kebebasan tersebut bias kamu dapatkan di Berlin. Ibukota Jerman ini memang dikenalakan keterbukaannya. Hal lain yang menarik minat banyak orang mengunjungi Berlin adalah untuk mengeksplorasi wilayah Timur kota tersebut.

Sayangnya saking banyaknya turis, ada beberapa wilayah di Berlin yang mengharamkan kedatangan turis seperti di Kreuzberg dan Neukolln. Jika kamu tidak ingin menambah keramaian di Berlin, kamu bisa mengunjungi Leipzig atau yang lebih dikenal dengan nama 'Hypezig'.

Kota yang jarang masuk radar para traveller ini ternyata memiliki banyak atraksi yang memikat seperti pasar Leipzig yang merupakan pusat dari wilayah kota tua. Di sini kamu bisa menemukan restauran, toko, dan juga gedung-gedung bersejarah. Kadang nih, pasar akhir pekan dan pertunjukan konser dilakukan di kawasan ini.

Semoga tips diatas dapat membantu kamu dalam merencanakan perjalanan berikutnya. Selamat berburu tiket pesawat ke Eropa!

(fmi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini