nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mengenal Imunoterapi, Pengobatan Terbaru bagi Pengidap Kanker Paru-Paru

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Kamis 28 Februari 2019 19:16 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 02 28 481 2024090 mengenal-imunoterapi-pengobatan-terbaru-bagi-pengidap-kanker-paru-paru-aqmfBVT5Ch.png Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

Para ahli medis telah menemukan pengobatan yang baru bagi para pengidap kanker paru. Teknik pengobatan ini dikenal dengan istilah imunoterapi.

Konsep imunoterapi adalah memberdayakan sel-sel imun agar lebih aktif melawan sel kanker. Pada orang normal, begitu ada sel-sel yang tumbuh tidak normal akan segera terdeteksi oleh sistem imun tubuh, untuk dimatikan atau dibuat menjadi normal kembali.

“Kanker ini sangat pintar. Ia memiliki kemampuan untuk lari dari radar sistem imun tubuh kita, sehingga sering tidak terdeteksi oleh sistem imun. Konsep imunoterapi adalah membuat sel-sel imun tubuh kembali mampu mengenali sel kanker dan menjadi aktif menyerangnya,” ujar dr. Sita Andarini SpP(K), Ph.D, dari Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, di Jakarta Pusat, Kamis (28/2/2019).

 Baca Juga: Rokok Kretek dan Filter, Mana yang Lebih Berbahaya?

Beberapa penelitian menunjukkan, pasien kanker paru yang diberikan imunoterapi memiliki respons terapi yang lebih baik. Indikatornya adalah dari perkembangan tumor yang bisa dihentikan, dan memperpanjang harapan hidup.

 

Dokter Sita mengutip penelitian penggunaan imunoterapi pada pasien kanker paru yang belum pernah mendapatkan terapi apapun. Pasien yang mendapatkan imunoterapi memiliki hasil akhir berupa masa hidup lebih panjang, dan masa hidup bebas penyakit lebih lama dibandingkan pasien yang mendapatkan kemoterapi saja.

Imunoterapi yang digunakan dalam penelitian ini dan sudah disetujui untuk terapi kanker paru adalah pembrolizumab atau anti PD-L1. Cara kerja pembrolizumab adalah memutus ikatan antara reseptor PD1 yang ada di sel-sel limfosit T (bagian dari sistem imun) dengan PD-L1 yang ada di permukaan sel-sel kanker.

 Baca Juga: Waspada, Pernikahan Sedarah Bisa Sebabkan Penyakit Langka

“Ketika reseptor PD1 pada sel limfosit T ini bertemu atau berikatan dengan PD-L1 yang ada di sel tumor, maka sel T menjadi lumpuh alias tidak aktif. Ia tidak bisa mengenali sel tumor untuk dimusnahkan. Terapi anti PD-L1 dimaksudkan untuk memutus ikatan PD1 dengan PD-L1, sehingga sel T kembali aktif membunuh sel-sel tumor,” jelas dr. Lisnawati, SpPK dari FKUI.

 

Terapi anti PD-L1 ini sangat individual, artinya hanya efektif diberikan pada pasien kanker paru yang sel-sel tumornya menunjukkan ekspresi PD-L1 lebih dari 50%. Penelitian membuktikan jika ekspresi PD-L1 lebih dari 50% diberikan imunoterapi, respons pengobatannya mencapai sekitar 60%.

Anti PD-L1 pembrolizumab bisa membuat pasien kanker paru mengalami progression free survival (masa tumor tidak berkembang) selama 10 bulan. Hasil pengamatan di RS Persahabatan pada pasien-pasien yang diberikan pembrolizumab, sudah berlangsung 21 bulan dan 50% pasien masih bertahan.

“Masa 10 bulan terbebas dari gejala ini nampaknya tidak bermakna, tetapi bagi pasien akan sangat bermakna. Imunoterapi sangat memberikan harapan pasien, karena angka harapan hidup pasien jadi lebih panjang dibandingkan pasien yang hanya mendapatkan kemoterapi,” jelas dr. Sita.

Dokter Lisna menambahkan, saat ini pemeriksaan PD-L1 sudah bisa dilakukan di Indonesia, yaitu di FK UGM Yogyakarta dan di RS Dharmais. Kendala imunoterapi adalah biaya yang masih tinggi karena belum ditanggung BPJS.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini