nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tubuh Dipenuhi Tahi Lalat Raksasa, Remaja Pria Berjuang Selamat dari Maut

Tiara Putri, Jurnalis · Jum'at 01 Maret 2019 19:00 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 03 01 481 2024534 tubuh-dipenuhi-tahi-lalat-raksasa-remaja-pria-berjuang-selamat-dari-maut-QmevmGQVnR.jpg Lucas idap kondisi langka yang buat tubuhnya dipenuhi tahi lalat raksasa (Foto: Dailymail)

Tahi lalat bisa dikatakan sebagai salah satu tanda lahir yang umum. Akan tetapi, bila bentuknya sudah tak lazim maka patut untuk dikhawatirkan. Seperti halnya yang dialami oleh Lucas Starr, seorang remaja yang wajah dan sekujur tubuhnya yang ditutupi tahi lalat berbulu.

Kondisi langka ini tak hanya membuat penampilan fisiknya terlihat berbeda tapi juga mengancam nyawa. Remaja berusia 11 tahun itu menderita nevus melanocytic congenital (GCMN) yang menyebabkannya mengembangkan hidrosefalus yaitu penumpukan cairan di otak dan melanositosis neurokutan yang mengakibatkan tumor. Kondisi ini biasanya terjadi pada 1 dari 50.000 kelahiran.

Orangtua Lucas menyadari ada yang tidak beres dengan putranya saat ia terlahir dengan penampilan seperti 'arang terbakar'. Devon dan Whitney sudah mengetahui jika Lucas mengembangkan GCMN sejak usia kandungan 9-14 minggu.

"Ketika dia lahir, dokter tidak tahu apa yang dimilikinya. Lesi berkembang hinggga menutupi sebagian otak dan tulang belakang kondisi ini membuatnya harus melakukan operasi pertama di usia 3 bulan,” ujar Whitney seperti yang dikutip Okezone dari Daily Mail, Jumat (1/3/2019).

Remaja

Operasi itu terjadi berulang kali, begitu juga dengan rangkaian pengobatan yang harus dijalani Lucas. Tiga hingga enam sekali ia perlu memeriksa kondisi hidrosefalusnya. Terakhir, remaja yang bercita-cita sebagai pembalap profesional itu menjalani operasi untuk pengangkatan tumor. Oleh karenanya, rumah sakit bukanlah tempat yang asing untuknya.

Devon dan Whitney mengaku sangat bangga dengan putranya karena bisa melalui semua itu. Berkat itu pula mereka memiliki alasan untuk hidup. "Kami hanya menikmati setiap detik bersamanya. Mungkin karena kami tidak tahu apa yang akan terjadi ke depannya. Kami hanya berusaha menghirup napas sebanyak mungkin yang dibisa secara bersama-sama,” ungkap Devon.

tahi lalat

Di sisi lain, tak hanya harus menahan rasa sakit, Lucas juga harus berhadapan dengan tatapan aneh orang-orang di luaran dan bullying di sekolah. Perilaku itu tentu membuatnya tidak suka dan terkadang dia enggan pergi ke sekolah. Tapi ia tidak terjebak dalam keadaan terpuruk itu berlarut-larut.

“Aku tidak akan membiarkan pandangan dan perilaku orang-orang menghentikanku untuk melakukan apa pun. Sebab aku bisa melakukan semua yang dilakukan anak normal, hanya saja ada tanda yang membuatku terlihat berbeda. Aku memiliki nevus dan harus lebih fokus pada hal itu,” pungkas Lucas.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini