2 dari 5 Milenial Alami Gigi Sensitif, Ini Penyebabnya

Utami Evi Riyani, Jurnalis · Jum'at 01 Maret 2019 17:30 WIB
https: img.okezone.com content 2019 03 01 481 2024576 2-dari-5-milenial-alami-gigi-sensitif-ini-penyebabnya-jelA1HOwyZ.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

GIGI sensitif masih menjadi permasalahan gigi paling banyak dialami oleh masyarakat. Bahkan, menurut penelitian terbaru, dua dari lima generasi milenial mengalami gigi sensitif.

Hasil ini menjadi tanda bahwa terjadi pergeseran tren usia penderita gigi sensitif. Dokter Gigi Callista Argentina Wulansari, SKG, Drg, CHt mengatakan pergeseran tren usia penderita gigi sensitif didasari oleh gaya hidup milenial yang serba cepat.

"Sekarang banyak sekali anak-anak milenial usia 18-30 tahunan yang mengalami gigi sensitif. Sudah sangat bergeser dari yang sebelumnya, karena biasanya yang punya masalah gigi sensitif itu di usia 40-60," ujar Drg. Callista saat ditemui di acara Sensodyne Rapid Relief yang digagas oleh GSK Consumer Healthcare di Senayan City, Jakarta Selatan, Jumat (1/3/2019).

 Baca Juga: Gadis Ini Terbangun dari Koma Usai Mendengar Lagu dari Idolanya

Menurut penelitian yang dilakukan oleh The State University of New Jersey Research, milenial berdasarkan nalurinya tidak memiliki toleransi terhadap keterlambatan. Hal itu memunculkan gaya hidup serba cepat yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Di antaranya terburu-buru menggosok gigi sehingga tidak melakukannya sampai dua menit.

 

"Kalau gosok gigi enggak sampai dua menit bisa terjadi penurunan gusi yang bikin gigi ngilu. Dan kalau didiamkan akan bertambah parah," jelas Drg. Callista.

Ia juga menyayangkan terhadap kurangnya kepedulian milenial untuk mengatasi permasalahan giginya. Padahal, penderita gigi sensitif banyak dialami milenial daripada orang dengan 40 tahun ke atas.

 Baca Juga: Makan Singkong Ampuh Cegah Stunting, Kok Bisa?

"Dua dari lima anak milenial mengalami gigi sensitif. Tapi lebih dari setengahnya tidak memeriksakan ke dokter gigi," katanya.

Lebih lanjut, Drg. Callista mengapresiasi milenial yang sering berinovasi menciptakan gaya hidup demi menghindari gigi sensitif. Menurutnya, sekarang banyak yang berinovasi makan dan minum dengan cara tertentu yang dapat menurunkan risiko gigi ngilu atau sensitif.

"Mereka senang berinovasi, misalnya minum menggunakan sedotan, itu memang betul mengurangi gigi sensitif, tapi tidak menyembuhkan. Kemudian memilih minuman less ice. Atau makan cookies yang dipotong kecil-kecil jadi enggak terlalu ngilu saat menggigitnya," pungkasnya.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini