nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gizi Hanya Pengaruhi 30% Stunting, Apa yang Utama?

Minggu 03 Maret 2019 22:36 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 03 03 481 2025329 gizi-hanya-pengaruhi-30-stunting-apa-yang-utama-y59kewYgyL.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

MEMERANGI stunting memang hanya bisa dilakukan jika para pemimpin, mulai dari tingkat pusat hingga daerah kompak mencegahnya. Kampanye cegah stunting tidak akan berjalan dengan baik kalau pemimpin tidak menunjukkan komitmen dan menjalankan kepemimpinannya dengan baik.

Pernyataan itu ditegaskan Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Brian Sriprahastuti saat menghadiri Deklarasi ‘Geunting’ atau ‘Gerakan Upaya Pencegahan dan Penanganan Stunting’ di Lapangan Blang Padang, Banda Aceh, Minggu, 3 Maret 2019.

Stunting adalah sebuah kondisi di mana tinggi badan seseorang jauh lebih pendek dibandingkan tinggi badan orang seusianya. Penyebab utama stunting karena kekurangan gizi kronis sejak bayi dalam kandungan hingga masa awal anak lahir yang biasanya tampak setelah anak berusia 2 tahun.

Baca Juga: Viral Foto Pre-Wed Syahrini-Reino Barack, Incess Imut Pakai Kimono


Pemerintah gencar mengkampanyekan gerakan pencegahan dan penanganan stunting karena saat ini prevalensi stunting bayi berusia di bawah lima tahun (balita) Indonesia pada 2018 sebesar 30,8 persen. Angka ini berada di atas ambang yang ditetapkan WHO sebesar 20 persen. Menjadi perhatian juga karena prevalensi stunting/kerdil balita Indonesia ini terbesar kedua di kawasan Asia Tenggara di bawah Laos yang mencapai 43,8 persen.

“Penyebab stunting ada banyak hal, multifaktor, karena itu penyelesainnya harus dilakukan secara multisektor. Di sinilah komitmen pemimpin negara harus kuat, yang selanjutnya diteruskan di level pemimpin daerah hingga kabupaten dan kota,” kata doktor kesehatan masyarakat dari Universitas Indonesia ini.

“Dua kali pidato kenegaraan Presiden Jokowi pada 16 Agustus menekankan pencegahan stunting sebagai prioritas nasional untuk menciptakan sumber daya unggul Indonesia yang mampu bersaing dengan bangsa lain. Selanjutnya, Presiden Jokowi menetapkan daerah-daerah yang menjadi prioritas dalam rencana strategis pencegahan stunting,” jelasnya.

Menurut Brian, pemerintah pusat tak akan mampu mengatasi persoalan stunting sendirian. “Pemerintah daerah juga harus punya komitmen untuk memobilisasi sumber dana dan sumber dayanya dalam kampanye cegah stunting. Begitupula dengan dunia usaha dan masyarakat sipil,” ungkapnya.

Baca Juga: 6 Gaya Rambut Fenomenal Syahrini, Nomor 5 yang Bikin Reino Barack Kepincut?

Dalam acara ini, Wakil Ketua Umum Tim Penggerak PKK Aceh, Dyah Erti Idawati menekankan ikhtiar sungguh-sungguh untuk membebaskan anak Aceh dari ancaman stunting. Menurut Dyah Erti, pihaknya menekankan penanganan secara terintegrasi untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

“Penanganan tentang gizi dan kesehatan hanya berkontribusi 30 persen adapun 70 persen penyebab stunting terkait sanitasi, pola pengasuhan, ketersediaan dan keamanan pangan, pendidikan, kemiskinan, dan situasi politik,” ungkap Dyah yang juga dosen Universitas Syiah Kuala.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini